Penyidik Bareskrim Limpahkan Berkas Perkara Ahok ke Kejagung

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Jumat, 25/11/2016 11:28 WIB
Penyidik Bareskrim Limpahkan Berkas Perkara Ahok ke Kejagung Berkas perkara Ahok terdiri dari 826 halaman. Berkas itu dilengkapi 16 barang bukti, antara lain rekaman pernyataan Ahok tentang Surat Al Maidah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyidik Bareskrim Polri melimpahkan berkas perkara tahap pertama kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Kejaksaan Agung, Jumat (25/11).

Penyerahan berkas perkara diwakili Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim, Brigadir Jenderal Agus Andrianto, kepada Direktur Orang dan Harta Benda Kejagung, Ali Mukartono.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Noor Rachmad menyatakan akan segera menindaklanjuti berkas perkara tersebut. Pihaknya telah menunjuk 13 jaksa gabungan yang berasal dari Kejagung, Kejaksaan Tinggi DKI, dan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara untuk meneliti berkas tersebut.


"Kami akan meneliti apakah berkas perkara ini sudah memenuhi syarat formil untuk dibawa ke pengadilan. Kalau sudah memenuhi syarat maka akan segera P21 (lengkap)," ujar Noor.

Kejaksaan memiliki waktu selama dua pekan untuk memeriksa berkas perkara itu. Apabila tidak lengkap, kejaksaan bisa mengembalikan berkas itu ke penyidik untuk diperbaiki.
Meski demikian, Noor tak dapat memastikan berapa hari berkas perkara itu dapat dinyatakan P21. Ia berkata, lembaganya akan secepat mungkin menyelesaikan pemeriksaan berkas perkara tersebut.

"Kami yakin apa yang dihasilkan penyidik sudah maksimal. Maka dengan keseriusan kami juga segera ambil sikap untuk menyelesaikan berkas ini segera mungkin," katanya.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Rikwanto optimis berkas perkara itu dapat segera P21. Ia yakin keterangan saksi dan alat bukti yang dikumpulkan kepolisian cukup untuk membuktikan dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Ahok.

"Tidak ada tambahan baru, cukup bukti-bukti yang sudah ada kami masukkan ke berkas perkara," ucapnya.
Rikwanto menuturkan, berkas perkara itu terdiri dari tiga bundel setebal 826 halaman. Dalam berkas perkara itu penyidik mencantumkan keterangan dari 41 orang saksi dan ahli, termasuk Ahok sebagai tersangka.

Keterangan saksi itu, kata dia, terdiri dari 12 saksi pelapor, lima saksi di lokasi saat Ahok berpidato, 12 saksi ahli yang terdiri dari ahli agama Islam, ahli bahasa, ahli pidana, dan ahli laboratoris kriminalistik barang bukti, kemudian enam saksi meringankan, serta enam saksi ahli meringankan.

"Ada 16 barang bukti yang dicantumkan dalam berkas perkara," terangnya.

Rikwanto berkata, 16 barang bukti antara lain satu keping DVD-R merk Sony berlabel 27 Sept/16 Gubernur Basuki Tjahaja Purnama kunjungan ke Kepulauan Seribu dan satu lembar fotokopi peringatan untuk umat Islam tentang Surat Al-Maidah ayat 51.

Selain itu, ada pula satu lembar berita media massa daring berjudul Imam Besar Masjid Istiqlal Tegaskan Kalimat Ahok Bukan Penistaan Agama, dan satu unit flashdisk dari tim pengacara Ahok.
(abm/obs)