Polri: Berkas Ahok 90 Persen Tuntas

M Andika Putra, Rinaldy Sofwan Fakhrana, CNN Indonesia | Kamis, 24/11/2016 17:33 WIB
Polri: Berkas Ahok 90 Persen Tuntas Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menyatakan berkas Ahok 90 persen tuntas. (CNN Indonesia/Gautama Padmacinta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Markas Besar Polri menyatakan berkas perkara dugaan penistaan agama yang menjerat Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah nyaris tuntas.

"Ya besok diharapkan tuntas 100 persen karena hari ini sudah 90 persen," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar di Jakarta, Kamis (24/11).

Dia mengatakan, jika berkas sudah sepenuhnya tuntas, maka penyidik akan langsung melimpahkannya ke jaksa penuntut umum.
Setelah itu, jaksa punya waktu tujuh hari untuk mengevaluasi berkas tersebut. Jika dinyatakan lengkap, maka penyidik tinggal menyerahkan penanganan tersangka dan barang bukti untuk dilanjutkan ke tahap penuntutan.


"Akan diteliti oleh jaksa penuntut umum. Nanti kalau sudah dinyatakan P-21 (lengkap) baru diserahkan alat bukti," kata Boy.

Walau demikian, dia mengatakan hingga saat ini penyidik belum berencana melakukan penahanan terhadap Ahok yang sudah berstatus tersangka.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Rikwanto secara terpisah mengatakan penyidik sudah memeriksa lebih dari 30 saksi terkait kasus ini.
"Kalau memang dirasa cukup keterangan saksi-saksinya kita akan masuk ke tahap pemberkasan," ujarnya di Markas Besar Polri.

Setelah itu, penyidik akan membuat resume dan berkas perkara. Percepatan proses penyidikan ini sesuai dengan pernyataan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian bahwa kasus ini ditargetkan selesai dalam 1-2 pekan.

Kejaksaan Terima Berkas Perkara Esok

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan berkas perkara kasus dugaan penista agama oleh Basuki Tjahja Purnama (Ahok) akan diserahkan esok hari pada kejaksaan. Ia mengaku Polri berkerja dengan cepat untuk menangangi kasus ini.

"Saya dapat informasi dari Kabareskrim, kemungkinan besar selesai besok kita limpahkan kepada kejaksaan. Kalau gak bisa selesai Jum'at besok, paling lambat Senin. Mereka akan bekerja satu minggu," kata Tito setelah menghadiri rapat koordinasi gubernur seluruh Indonesia di kantor Kementerian Dalam Negeri, Kamis (24/11).

Tito menjelaskan selama proses berjalan Polri mendapatkan ajuan saksi dari terlapor dan pelapor. Hal itu memudahkan Polri dalam pemeriksaan yang berlangsung selama dua hari.

"Untuk menunjukkan keseriusan Polri, bahwa polri sangat serius menangani kasus ini dan mengajukannya," kata Tito.

Bila berkas perkara sudah diterima Kejaksaan, Tito berharap perkara segera lengkap (P21) dan siap dilimpahkan ke pengadilan. Polri pun sudah meminya tim jaksa untuk melakukan supervisi sehingga proses berjalan denhan cepat.

Lebih lanjut, Tito menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengaitkan masalah ini dengan isu agama dan isu ras lantaran sangat sensitif. Menurutnya masalah ini sudah diproses secara hukum dan alan diselesaikan secara hukum.

Kasus ini bermula ketika video pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu yang menyitir Surat Al-Maidah ayat 51 menyebar secara viral. Akibatnya, sejumlah pihak melaporkan calon gubernur petahana itu ke polisi.

Selain itu, masyarakat juga sempat turun ke jalan untuk menuntut percepatan proses kasus ini. Akhirnya, Ahok ditetapkan tersangka melalui mekanisme gelar perkara yang menghadirkan pihak terlapor, pelapor, dan pengawas eksternal.

(obs/obs)