"Setelah dialog kami mendapatkan kesepakatan-kesepakatan yang cukup bagus. Ini win-win solution. Bagus bagi keamanan, dan baik juga untuk keselamatan jiwa peserta aksi," kata Rizieq di Kantor MUI Pusat, Senin (28/11).
Imam Besar Front Pembela Islam ini mengatakan, sebenarnya GNPF tetap ingin melaksanakan sholat Jumat di Jalan Sudirman-Bundaran Hotel Indonesia- MH Thamrin. Jalan protokol itu dipilih karena ruang terbuka memudahkan jalur masuk dan mobilisasi peserta aksi maupun petugas keamanan dan kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah salat Jumat, kata Rizieq, pimpinan GNPF akan menyapa umat Islam di sepanjang jalan untuk melepas mereka pulang dengan tertib.
Selain itu, tim terpadu akan membuka semua pintu Monas dan membuat pintu-pintu darurat yang berguna untuk jalur logistik maupun evakuasi kendaraan keamanan dan ambulans. Tim gabungan itu menyediakan posko media dan logistik.
GNPF juga meminta agar polisi memfasilitasi satgas GNPF yang ditempatkan di setiap perempatan jalan sepanjang Sudirman-Thamrin untuk menuntun peserta aksi ke Monas.
Rizieq mengklaim, pihak kepolisian berdasarkan kesepakatan juga telah menyatakan tidak akan menghalang-halangi umat Islam dari luar daerah yang ingin datang ke Jakarta mengikuti Aksi Bela Islam III.
"Termasuk tidak ada lagi imbauan kepada perusahaan transportasi untuk tidak melayani peserta aksi," ujar Rizieq. (wis/yul)