Tembak di Tempat, Wacana Buwas Tiru Duterte Berantas Narkotik

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Selasa, 06/12/2016 15:03 WIB
Tembak di Tempat, Wacana Buwas Tiru Duterte Berantas Narkotik Kepala BNN Komjen Budi Waseso saat mendampingi Presiden Joko Widodo memusnahkan narkotik di Monumen Nasional, Jakarta, Selasa (6/12). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Narkotika Nasional Budi Waseso menyatakan tidak akan segan meniru cara yang digunakan Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk memberantas peredaran narkotik.

Sejak memimpin Filipina pada 30 Juni lalu, Duterte menyatakan perang terhadap narkotik dengan cara menembak mati para pengedar.

"Bila memang dibutuhkan dan bila memang diharuskan karena ada suatu tindakan perlawanan, kami akan lakukan cara itu," ujar Budi di Monumen Nasional, Jakarta, Selasa (6/12).


Budi mengatakan, BNN baru saja mendapatkan persenjataan baru untuk menindak peredaran narkotik. Mantan Kepala Bareskrim Polri itu pun menyatakan kesiapan lembaganya menjadi lembaga terdepan di sektor pemberantasan narkotik.

"Kami harus tegas, tidak boleh main-main karena yang kami selamatkan adalah generasi bangsa," tuturnya.
Budi menyampaikan hal tersebut usai Presiden Joko Widodo memintanya menanggulangi fenomena kematian 15 ribu warga negara Indonesia akibat kecanduan narkotik setiap tahun.

Menurut Jokowi, angka tersebut tidak sebanding dengan tingkat kematian pengedar narkotik.

Budi membenarkan pernyataan Jokowi tersebut. Ia menuturkan, BNN dan badan peradilan selama ini kerap menjatuhkan vonis ringan kepada pengedar narkotik.

"Hukuman mati relatif sedikit, hanya puluhan saja, dibandingkan dengan 15 ribu generasi Indonesia yang meninggal dunia," ucapnya.

Sebelum ini, Budi Waseso telah mewacanakan sejumlah program untuk memunculkan efek jera bagi para pengedar dan bandar narkotik. Program itu antara lain pemenjaraan di pulau terpencil dan penggunaan binatang buas untuk menjaga penjara khusus narapidana narkotik.
Sementara itu, mengutip The Guardian, Juli lalu Duterte mendorong masyarakat Filipina mengeksekusi ribuan pelaku kejahatan narkotik. Program itu telah dikampanyekannya pada pemilihan presiden awal 2016 ini.

"Jika anda mengetahui keberadaan pecandu, bunuh mereka karena jika orangtua mereka yang melakukan itu, tindakan itu akan terlalu menyakitkan," kata dia.

Pada beragam kesempatan, Duterte secara gamblang mempublikasikan sikapnya terhadap pengedar narkotik. Seperti dilansir CNN, Duterte berkata, "Jika mereka melawan penindakan, dan dia melawan sampai titik darah penghabisan, anda dapat membunuhnya."
(abm/obs)