Sedikitnya, seratus personel gabungan dari Polres dan Polsek setempat dikerahakan untuk berjaga di lokasi tersebut.
"Iya seratus, personel kita kerahkan pagi ini, untuk besok kemungkinan bisa dikurangi (jumlah personel)," kata Aslan di Kawasan Bintara Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (11/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah lakukan olah TKP lanjutan pagi ini, tadi ada 30 personel gabungan plus anggota K-9 juga," kata dia.
Terpantau, kamar indekos bernomor 104 yang diketahui sebagai kamar tempat kejadian perkara itu telah porak-poranda akibat bom yang diledakkan oleh pihak kepolisian tadi malam. Beberapa barang milik terduga pelaku masih tersimpan di ruangan itu.
Satu unit baju gamis berwarna hitam masih tergantung di salah satu bagian dinding kamar kos bercat merah muda, serta satu unit kipas angin kecil yang sudah rusak, dan satu Al Quran masih tersimpan di ruangan berukuran sekitar 4 kali 3 meter persegi.
Hingga saat ini, menurut Aslan penghuni lain di rumah kos tersebut belum kembali ke tempat itu.
"Sebagian ada yang tinggal dengan saudara atau temannya, belum ada yang kembali. Kalau ada (yang kembali) akan dilakukan pengawalan," kata dia.
Sebelumnya diketahui sebuah bom ditemukan di sebuah rumah indekos di Jalan Bintara Jaya, Kecamata Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat. Bom tersebut semalam diledakkan oleh pihak kepolisian di lokasi kejadian.
Dalam insiden ini diketahui, empat orang terduga pelaku bom telah dibekuk pihak kepolisian, yakni Dian Yulia Novi, Nur Solihin, dan Agus Supriyadi. Sedangkan satu tersangka lain ditangkap di tempat yang berbeda yakni, Abu Ijah. (wis/yul)