"Operasi Tinombala akan berlanjut hingga April," kata Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian di Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu (4/1).
Tito mengatakan keputusan untuk memperpanjang operasi ini dilakukan setelah evaluasi dalam pelaksanaan operasi selama setahun terakhir.
Lihat juga:Habis Santoso Terbit Bahrun Naim |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operasi Tinombala mulai digelar awal tahun lalu. Operasi ini adalah lanjutan dari operasi sebelumnya, Camar Maleo.
Sejak dibentuk pada Januari 2016, operasi gabungan TNI/Polri ini harusnya berakhir pada 8 Mei. Namun lantaran belum menyelesaikan misinya, Operasi Tinombala diperpanjang hingga 6 Agustus.
Operasi Tinombala kembali diperpanjang hingga 4 Oktober. Dalam periode ini, orang nomor dua di MIT, Basri alias Bagong ditangkap. Kepemimpinan MIT selanjutnya diyakini beralih ke Ali Kalora, anggota paling senior kelompok ini.
Karena belum semua anggota MIT ditangkap, operasi ini kembali diperpanjang hingga 4 Januari 2017.
Selama Operasi Tinombala digelar, sebanyak 24 orang anggota MIT berhasil ditangkap, 14 di antaranya meninggal dunia, termasuk Santoso.
Tim Satuan Tugas Tinombala juga berhasil menyita 17 senjata api dan mengamankan 11 bom.