Direktur Pengawasan dan Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Yurod Saleh mengatakan, dari puluhan WNA yang ditangkap, tiga orang di antaranya terbukti menggunakan narkotik jenis Sabu dan Benzoat. Para WNA yang positif menggunakan narkotik itu akan ditahan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).
"Kemudian, 13 orang diantaranya memiliki paspor dan sertifikat UNHCR (pengungsi/pencari suaka). Ada 5 orang memiliki paspor dan mereka sudah overstayed antara 4-6 bulan. Kemudian, 26 orang hanya memiliki sertifikat UNHCR dan 18 orang tidak bisa menunjukkan dokumen keimigrasian," tutur Yurod di Kanwil Imigrasi Jakarta Utara, Jumat (20/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penipuan dilakukan beberapa WNA melalui media sosial. Sementara, bisnis yang dikembangkan umumnya berupa ekspor-impor pakaian.
Deportasi dan Tangkal
Yurod berkata bahwa Direktorat Jenderal Imigrasi Kemkumham akan melakukan tindakan administratif keimigrasian (TAK) terhadap 62 WNA yang ditangkap. Selain itu, dimungkinkan juga akan dilakukan tindakan pro justicia terhadap mereka.
Dengan begitu, besar kemungkinan para WNA yang ditangkap akan langsung dideportasi dan ditangkal untuk masuk kembali ke Indonesia.
Untuk mencegah keberadaan WNA bermasalah ke depannya, Yurod berkata akan memanggil pengelola apartemen agar lebih aktif mendata para WNA di lokasi masing-masing.
"Kami sudah ada ketentuan dalam UU Imigrasi Nomor 6 Tahun 2011 bahwa setiap tempat yang menampung orang asing wajib melakukan pendataan dan melaporkannya ke imigrasi setempat, untuk mengetahui lebih jauh apa kegiatan mereka di tempat tersebut. Kami akan panggil pengelola-pengelola," katanya.