Hadapi Massa FPI, TNI dan Polri Siaga Jaga Polda Metro Jaya

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Senin, 23/01/2017 08:40 WIB
Hadapi Massa FPI, TNI dan Polri Siaga Jaga Polda Metro Jaya Sebanyak sembilan mobil Barracuda dan barrier (kawat besi) di depan pintu masuk Markas Polda Metro Jaya untuk menyambut massa demo FPI, Senin (23/1). (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari seribu personel gabungan TNI dan Polri bersiaga menyambut massa yang akan berdemo mendampingi pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab saat menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, hari ini.

Polisi menyiapkan diri dengan apel gelar pasukan di halaman gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada pukul 06.30 WIB. Sebanyak sembilan mobil Barracuda dan pagar kawat besi pun disiagakan di depan pintu masuk Markas Polda Metro Jaya.

"Dari tadi malam sudah kami siapkan beberapa pasukan dan sudah lakukan koordinasi. Kita akan amankan titik kumpul massa. Ada sekitar 2.000 massa yang akan datang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya, Senin (23/1).
Ia menjelaskan, selain di Markas Polda Metro Jaya, pengamanan juga dilakukan di beberapa lokasi yang akan dilalui massa FPI saat bertolak dari Masjid Al-Azhar menuju Markas Polda Metro Jaya.


"Kami amankan rute yang akan dilewati, tentunya nanti setelah sampai di Polda Metro Jaya kami akan berikan pengamanan di sini, nanti ada beberapa perwakilan yaitu pengacara yang dampingi (Rizieq), massa lain hanya di depan," ujar Argo.

Namun, saat ditanya jumlah personel gabungan Polri dan TNI yang disiagakan, Argo menolak menjelaskan. Ia hanya mengatakan personel akan ditambah bila dibutuhkan.

"Kami situasional untuk jumlah personel, kami lihat update berapa massa yang akan datang," tutur Argo.

Rizieq akan diperiksa terkait tuduhan pecahan uang rupiah tahun emisi 2016 berlogo palu arit. Rizieq dilaporkan sebanyak dua kali oleh dua organisasi masyarakat berbeda di Polda Metro Jaya.

Pada Minggu (8/1), Rizieq dilaporkan oleh Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah (JIMAF). Laporan itu berkaitan dengan ceramahnya yang menyebut uang baru berlogo palu arit. Laporan itu diterima dengan LP/92/1/2017/PMJ/Dit Reskrimsus.

Pada Selasa (10/1), Rizieq kembali dilaporkan oleh Solidaritas Merah Putih. Mereka menilai, Rizieq telah menyebarkan fitnah terkait logo uang baru dan fitnah terhadap Presiden RI Joko Widodo sebagai komunis.

Dalam video berdurasi 13 menit yang diunggah akun resmi FPI TV ke media sosial, Rizieq seolah meyakinkan masyarakat yang hadir, bahwa logo itu betul berlambang palu arit.
"Bagian yang bukan palu arit disamarkan. Kami tanya saudara, sejak kapan uang negara pakai palu arit, ini bukan fitnah, ini fakta, fakta," ujar Rizieq dalam cuplikan video tersebut. (yul)