Kepala Divisi Riset dan Jaringan LBH Pers, Asep Komarudin mengatakan, penerapan barcode untuk verifikasi media oleh Dewan Pers malah bisa mematikan media itu sendiri.
Asep mengatakan, media di Indonesia masih dalam tahap mencari jati diri sehingga belum saatnya diverifikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai lembaga yang bertanggung jawab, Dewan Pers menurut Asep sebaiknya memperbaiki mutu perusahaan media dan tidak sekadar fokus pada verifikasi.
Masyarakat saat ini dinilai Asep sudah bisa membedakan antara informasi yang palsu dan yang bukan.
Lihat juga:Jokowi: Media Sosial Memusingkan Pemerintah |
Menurutnya, banyak media yang ada saat ini menyebarkan berita palsu. Padahal tugas utama wartawan adalah menyampaikan kebenaran.
Para wartawan saat ini, kata Yoseph, berusaha melawan pemberitaan hoax itu, tapi masih tertutup oleh merebaknya media penyebar berita hoax.
Berita hoax menurutnya tak hanya menyebarkan kebohongan tetapi juga menebar kebencian, fitnah, dan ketidakpercayaan, termasuk kepada lembaga publik. (sur/gil)