"Belum (dapat permintaan maaf secara langsung)," kata Mukhtar saat jumpa media di DPR, Jum'at (10/2).
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Fraksi Hanura Nurdim Tampubolon menjelaskan pernyataan maaf secara langsung juga harus ditujukan kepada Hanura. Ia menilai apa yang dilakukan oleh Chappy kepada Mukhtar tidak menyenangkan bagi partai Hanura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perselisihan antara Mukhtar dan Chappy terjadi usai rapat di Komisi VIII. Chappy menolak bersalam dengan Mukhtar dan disebut mengucapkan perkataan yang kasar. Atas kejadian ini Chappy sudah menyampaikan permintaan maaf lewat siaran pers.
Menurutnya, tindakan Chappy menciderai Komisi VII yang merupakan bagian dari DPR. Sebagai lembaga yang berfungsi sebagai pengawas, sudah sewajarnya anggota DPR menanyakan pembangunan smelter.
"Kami akan usul ke pimpinan DPR agar hal ini diproses masalah hukumnya bagaimana. Kami enggak mau institusi ini diciderai dan jadi preseden ke belakang, sehingga tugas DPR ini akan terganggu," kata Nurdin.
Nurdin tidak bisa memastikan perselisihan ini selesai setelah ada permintaan maaf secara langsung. Ia menjelaskan Hanura akan melihat permasalahan lebih dulu secara menyeluruh.
"Kami harus konsultasi dan koordinasi kepada pimpinan kami, dalam hal ini ketua umum kami Oesman Sapta Odang untuk meminta arahan selanjutnya. Langkah apa yang akan kami lakukan," kata Nurdin. (yul)