SBY-Jokowi Luruskan Sejumlah Informasi Akibat Miskomunikasi

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Kamis, 09/03/2017 14:32 WIB
SBY-Jokowi Luruskan Sejumlah Informasi Akibat Miskomunikasi Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyebut intensitas komunikasinya yang menurun dengan Jokowi rentan munculkan miskomunikasi. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengaku bersyukur karena dapat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/3). Pada pertemuan itu, SBY berniat meluruskan sejumlah informasi yang berkembang belakangan ini sekaligus memperbarui komunikasi di antara kedua belah pihak.

Presiden keenam Indonesia itu menuturkan, intensitas komunikasinya dengan Jokowi selama ini memang sempat menurun. Ia menilai, hal itu berpotensi memunculkan salah pengertian di antara mereka.

"Karena jarang bertemu atau sudah lama tidak bertemu, mungkin saja ada informasi-informasi yang tidak sepatutnya didengar, baik oleh beliau atau saya sendiri. Pertemuan ini awal yang baik," kata SBY.
SBY menilai hubungan antara presiden dan para mantan presiden seharusnya terus terjalin tanpa miskomunikasi dan misinformasi. Dia pun mengaku bersyukur pertemuan kali ini bisa terwujud.


"Saya bersyukur dan bergembira karena hari ini Bapak Presiden bisa menyediakan waktu. Pertemuan ini sudah digagas dan dirancang cukup lama. Alhamdulillah dapat berlangsung," ujarnya.

SBY merujuk proses transisi pemerintahannya ke era kepemimpinan Jokowi, Oktober 2014. Ia berharap proses yang berlangsung mulus tanpa persoalan itu dapat terus terjaga.

"Kalau ada klub presiden dan mantan presiden kan baik seperti ini. Kami bisa saling berkomunikasi," ucapnya.
Pertemuan dengan Jokowi di Istana kali ini merupakan permintaan dari SBY. Dia akhirnya bisa menjalin pertemuan dengan Jokowi setelah sempat mengaku 'dihalangi-halangi' oleh orang di lingkaran istana.

"Saya juga bersyukur dan bergembira karena hari ini melalui proses kami bisa bertemu," kata SBY di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (9/3).

Menurutnya, pertemuan kali ini telah digagas dan dirancang sejak lama. SBY mengaku memendam keinginan bertemu Jokowi untuk mengklarifikasi banyak hal yang dikaitkan dengan namanya.

Seperti diketahui, salah satu peristiwa yang cukup mengguncang SBY belakangan adalah tudingan Antasari Azhar menjelang pencoblosan Pilkada DKI 2017.

Mantan Ketua KPK itu menyebut SBY sebagai orang yang paling tahu seluk-beluk kasus pembunuhan pengusaha Nasrudin Zulkarnaen. Antasari berharap SBY mau angkat suara agar terbongkar dugaan rekayasa penyidikan kasus yang menjeratnya.

Presiden Jokowi sementara itu mengaku terbuka untuk menerima kedatangan SBY. Dia memastikan tak ada pihak yang menghalang-halangi SBY untuk bertemu dengannya di Istana.

Menurutnya, SBY sempat menyampaikan pertemuan dengan sosok yang pernah menjabat sebagai Presiden RI merupakan tradisinya demi melanjutkan program pembangunan yang pernah dilaksanakan.

"Tadi Pak SBY sudah menyampaikan bahwa tradisi politik dari Presiden sebelumnya kami tradisikan. Kalau budaya estafet diteruskan negara ini gampang mencapai titik target," ujar Jokowi.

Lihat juga: SBY: Tiga Orang Dekat Jokowi Halangi Pertemuan

SBY tiba di Istana Merdeka ditemani mantan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, sekira pukul 12.30 WIB. Kehadiran SBY disambut langsung oleh Jokowi.

Jokowi menyambut SBY dan langsung mengajaknya untuk menikmati jamuan teh di beranda Istana. Keduanya tampak akrab berbincang di tengah sorotan kamera awak media.

Mereka berbincang santai di sela jamuan minum teh dan menyempatkan diri untuk berbincang dengan wartawan.

Di sela-sela perbincangan itu, SBY mengaku memberikan sejumlah masukan dan berbagi pengalaman dengan Jokowi.

"Presiden hidupnya tidak tenang, kiri salah, kanan salah, maju kena, mundur kena. Itu saya sampaikan kepada beliau, bahwa saya juga mengalami itu ketika 10 tahun memimpin Indonesia," kata SBY.

Baca juga: SBY Hendak Bertemu Jokowi untuk Klarifikasi Berbagai Isu (abm/gil)