Ambon Berlari Mengejar Jokowi

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Selasa, 28/02/2017 07:50 WIB
Ambon Berlari Mengejar Jokowi Warga Ambon sangat antusias untuk bisa melihat dan bertemu langsung dengan Jokowi. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Melihat Presiden Joko Widodo langsung dari jarak dekat mungkin menjadi keinginan beberapa masyarakat Indonesia, terutama di daerah. Tak cuma ingin bersalaman atau berinteraksi langsung, warga juga beharap bisa berfoto bersama untuk mengabadikan momen istimewa itu.

Mewujudkan keinginan itu tak mudah. Untuk bisa melihat langsung presiden di Istana pun, misalnya, bukan perkara gampang. Pengamanan dan proses administrasi berlapis perlu ditembus.

Salah satu kesempatan yang tak boleh dilewatkan warga untuk bisa dekat dengan Jokowi adalah ketika presiden berkunjung ke daerah. Ketika itulah, warga berduyun-duyun untuk bisa melihat orang nomor satu itu. Bisa berdekatan dan berbincang-bincang adalah sebuah keberuntungan bagi mereka yang mendambakannya.


Fenomena itu terjadi di Ambon beberapa waktu lalu. Berbagai upaya dilakukan masyarakat ibu kota Provinsi Maluku itu agar bisa lebih dekat dengan sang kepala negara. Mereka tampak penasaran ingin melihat langsung sosok Jokowi, bukan hanya di layar televisi.

Berlari

Antusiasme warga Ambon jelas terlihat pekan lalu. Sejumlah anak terlihat memanjat sebuah pot demi melihat Jokowi usai salat Jumat di Masjid Raya Al Fatah.

Intan Warya, anak perempuan berumur empat tahun, mengatakan, ia dan kakaknya langsung berlari ketika mendengar kehadiran Jokowi. Bahkan alas kaki pun tak sempat ia kenakan demi melihat langsung rupa orang nomor satu itu.

"Dari rumah lari karena (Jokowi) katanya di Masjid Al Fatah," kata Intan.
Anak-anak di Ambon rela memanjat pot bunga untuk bisa melihat Jokowi. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Ia hanya tersenyum ketika ditanya jarak rumah ke Masjid. Tapi berdasarkan pantauan, kawasan Masjid dikelilingi bangunan rumah toko (ruko) usaha/bisnis, bukan perumahan warga.

Aksi lari tak hanya dilakukan Intan dan teman-temannya. Sebelumnya, seorang pria bahkan rela meninggalkan motornya di dekat persimpangan lampu merah dan berlari mengejar mobil yang ditumpangi Jokowi.

Aksi itu dilakukan Jumat pagi, saat Jokowi meninggalkan hotel. Warga sudah memadati pinggir jalan sekitar tempat Jokowi menginap.

Mantan Wali Kota Solo itu kemudian berinteraksi dengan warga dengan membagikan buku, kaos, hingga kain kerudung dari dalam mobil. Karena sambil membagikan oleh-oleh, mobil Presiden berjalan perlahan.

'Oleh-oleh' itu memang selalu ada di bagasi mobil RI 1. Kadang diberikan langsung oleh Jokowi dan ibu negara. Bisa juga melalui para pengawal Presiden. 
Isi bagasi mobil Jokowi yang berisi oleh-oleh untuk warga di Ambon. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Saat mobil melambat, seorang pemuda berjaket dan helm hitam terlihat mengejar rombongan Presiden. Ia berlari kencang, berupaya menyamakan langkah dengan mobil Presiden. Usaha itu berbuah manis. Ia akhirnya menerima kaos hitam dari Jokowi.

Memeluk

Antusiasme juga terlihat dari usaha beberapa ibu memeluk Jokowi. Hal ini terjadi ketika Jokowi memberikan kesempatan foto bersama warga.

Teriknya matahari tak menghalangi Presiden menyapa masyarakat Ambon secara langsung. Sekitar 10 menit, ia berjalan sambil memberikan oleh-oleh. Di sela-sela itu, ia memilih orang-orang yang berswafoto dengannya.

Tiba saatnya bagi ibu berbaju ungu garis putih. Aura kegembiraan jelas terlihat. Ia berteriak ketika ditunjuk Jokowi. Saat 'diperbolehkan masuk', ia langsung membuka tangan berupaya memeluk Jokowi dari depan.

Belum sempat memeluk, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) langsung menahannya. Jokowi sempat kaget tapi tetap tersenyum dan melayani foto bersama.  
Jokowi saat menyapa warga Ambon, Maluku. (Dok. Istimewa)
Beda kisah dengan seorang ibu berjaket hijau garis-garis. Ketika diizinkan mendekat, ibu itu senang bukan kepalang hingga membawa helmnya ketika dipanggil Jokowi. Paspampres menarik helm sebelum ibu itu mendekat ke Presiden.

Usai berfoto, ibu berjaket ini menerima kotak berisi kain kerudung. Namun, sekali berfoto sepertinya tak cukup. Ia terlihat seperti mencondongkan badannya ke Jokowi dan Paspampres kembali sigap menarik si ibu.

Kesenangan ibu tak luntur meski ditarik Paspampres. Dengan bahagianya, ia berlari dan melompat-lompat menunjukkan buah tangan yang diberikan Jokowi.

Menyusun Barisan

Jokowi juga memiliki 'kebiasaan' berfoto dengan karyawan restoran yang dikunjunginya. Ada kejadian menarik ketika ia makan siang di salah satu restoran seafood di Ambon.

Seperti biasanya jika makan di restoran, rombongan memesan satu ruangan khusus. Tak sembarangan orang bisa masuk. Bahkan beberapa pelayan restoran pun hanya bersiaga di depan pintu untuk melayani jika ada pesanan tambahan.

Karena tak semua pelayan restoran yang bisa masuk ke ruangan khusus itu, sejumlah pegawai restoran terlihat berlutut untuk bisa mengintip Jokowi dari sela-sela ruas jendela kayu. Sementara pelayan lainnya mengerubungi pintu belakang dan hanya dapat melihat punggung Jokowi saja.

Mereka hanya berharap bisa melihat langsung Jokowi yang selama ini hanya bisa mereka lihat di layar kaca. Tak pernah terpikir bakal berdekatan atau berfoto bersama.

Beberapa menit sebelum rombongan meninggalkan restoran, seorang staf memberi aba-aba bahwa Jokowi bersedia foto bersama.

Para pelayan pun dengan girang berbaris dan mengosongkan bagian tengah untuk Jokowi. Tak cuma berfoto, mereka juga mendapat kesempatan bersalaman.

Interaksi ini selalu dilakukan Jokowi ketika berkunjung ke daerah, termasuk di Ambon. Namun ada yang sedikit berbeda di kota ini. Ia menyatakan kecintaannya pada Ambon Kota Manise. Hal itu dibuktikannya dengan dua kedatangannya dalam bulan ini. Pertama saat menghadiri Hari Pers Nasional dan kedua saat memenuhi undangan Tanwir Muhammadiyah. (sur/gil)