Banjir Padangsidempuan Tewaskan Tiga Orang
CNN Indonesia
Senin, 27 Mar 2017 11:05 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak tiga orang warga Padangsidempuan, Sumatera Utara diduga tewas akibat banjir yang melanda daerah itu pada Minggu (26/3).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Rina Sari Ginting mengatakan peristiwa itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan air di sungai Batang Ayumi meluap pada sore hari.
"Sejak pukul 17.30 hingga 19.00 WIB hujan turun mengakibatkan sungai Batang Ayumi meluap," kata Rina dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/3).
Menurutnya, identitas tiga korban tewas tersebut adalah Syahriana Situmorang (45), Rofiah Sarumpaet (8), dan Sakinah Sarumpaet (10).
Selain menewaskan tiga warga Padangsidempuan, ia menjelaskan, peristiwa ini juga menyebabkan 17 unit rumah hanyut, 17 unit rumah hancur, dan tujuh unit kendaraan bermotor hanyut.
"Enam rumah hanyut dan 12 rumah rusak di Kelurahan Batunadua Julu. Di Batang Ayumi Julu, rumah hanyut tiga unit dan rumah rusak juga tiga unit. Sementara, di Pasar Siborang terdapat delapan rumah kontrakan hanyut terbawa arus sungai. Kemudian di Kecamatan Angkola Julu Desa Simatohir juga terdapat dua unit rumah rusak," ucap Rina.
Polisi, ia menambahkan, juga telah mendirikan posko di Batunadua Julu dan Lubuk Manik untuk menampung para korban terdampak banjir.
"Petugas masih terus melakukan pendataan," kata Rina.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Rina Sari Ginting mengatakan peristiwa itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan air di sungai Batang Ayumi meluap pada sore hari.
"Sejak pukul 17.30 hingga 19.00 WIB hujan turun mengakibatkan sungai Batang Ayumi meluap," kata Rina dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ribuan Orang Mengungsi Akibat Banjir di Bima |
Polisi, ia menambahkan, juga telah mendirikan posko di Batunadua Julu dan Lubuk Manik untuk menampung para korban terdampak banjir.
"Petugas masih terus melakukan pendataan," kata Rina.