Kekalahan Rano Karno dan Kembalinya Dinasti Politik Banten

Suriyanto, CNN Indonesia | Rabu, 05/04/2017 16:39 WIB
Kekalahan Rano Karno dan Kembalinya Dinasti Politik Banten Andika Hazrumy terpilih menjadi Wakil Gubernur Banten. (Detikcom/Bahtiar Rifa'i)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinasti politik keluarga kembali menguasai Banten dengan terpilihnya anak Ratu Atut Chosiyah, Andika Hazrumy, sebagai wakil gubernur. Posisi Wahidin Halim sebagai gubernur dinilai rapuh karena ditopang oleh partai yang tidak terlalu kuat di Banten.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ciputat, Banten, Zaki Mubarok mengatakan, keluarga besar Atut memang tengah mencoba memperkuat kembali kekuasaan politik berbasis dinasti di Banten.

Kondisi itu bisa dilihat dari bagaimana jaringan keluarga itu menguasai sejumlah wilayah di Banten untuk memenangkan pasangan Wahidin-Andika.


"Kekuasaan Partai Golkar sangat mendominasi di Banten, hampir total berada di genggaman jaringan Atut," kata Zaki kepada CNNIndonesia.com, Rabu (5/4).
Sejumlah tokoh yang turba bergerilya, misalnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Golkar Banten Ratu Tatu Chasanah yang merupakan adik dari Atut. Sementara Golkar di Tangerang Selatan dipimpin oleh adik ipar Atut, Airin Rahcmi Diany.

Ketua DPD II Golkar Serang juga merupakan adik tiri Atut, Ratu Ria Maryana.

Zaki menilai Wahidin sebagai sosok yang cukup senior di dunia politik, namun rentan untuk 'digoyang'. Mantan Wali Kota Tangerang itu juga pernah menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Banten. Saat ini ia masih aktif sebagai anggota DPR dari Fraksi Demokrat.
Andika Wagub Banten, Dinasti Atut Dikhawatirkan Berkuasa LagiWahidin Halim dan Andika Hazrumi terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. (Detikcom/Ari Saputra)
Meski demikian, menurut Zaki, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono yang memayungi Wahidin bukanlah partai kuat di Banten. Di DPRD Banten saat ini, Demokrat hanya memiliki delapan kursi. Jumlah kursi itu berada di bawah Golkar dan PDIP yang masing-masing punya 15 kursi dan Gerindra 10 kursi.

"Dengan basis politik yang rapuh itu, banyak yang khawatir tragedi Joko Munandar jilid 2 akan terjadi," kata Zaki.

Joko Munandar adalah Gubernur Banten pertama. Pada periode 2002-2005 ia memerintah Banten didampingi Wakil Gubernur Ratu Atut Chosiyah.

Namun di tengah jalan ia diberhentikan karena kasus korupsi dan digantikan oleh Atut. Belakangan kasus korupsi yang menjeratnya tidak terbukti.
Zaki menyebut peluang kasus Joko Munandar jilid II di Banten sangat mungkin terjadi. Namun Zaki memberi catatan: Wahidin bukan politikus kemarin sore.

Wahidin, kata Zaki, pasti sudah mengantisipasi segala kemungkinan saat ia jadi orang nomor satu di Banten.

Sementara di sisi lain, kata Zaki, Andika bukan sosok yang terbilang bersih. "Dalam kesaksian mantan Kepala Dinas Kesehatan Banten, Andika disebut turut hadir bersama Atut dan Wawan (adik Atut) ketika 'memeras' kepala-kepala dinas dalam kasus korupsi yang menyeret Atut dan Wawan ke penjara," katanya.

Zaki menyebut bakal jauh panggang dari api jika ada yang berharap di Banten bakal tercipta good governance dan bebas korupsi.

Wahidin bersama Andika dalam Pilkada Banten 2017 mendapatkan suara 2.411.213 suara, unggul atas pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarief yang mendapat 2.321.323 suara.

Rano-Embay yang tidak puas kemudian mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Namun gugatan tersebut ditolak MK, kemarin. Setelah penolakan itu, KPU Banten hari ini langsung menggelar rapat pleno untuk memutuskan gubernur dan wakil gubernur Banten terpilih.