"Inilah yang membuat sebagian mahasiswa di negeri ini kurang progresif, tidak kritis, bahkan ada yang tidak memiliki orientasi jelas, tidak memiliki kepedulian sosial, dan lain sebagainya," kata Khofifah seperti diberitakan Antara di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (14/4).
Khofifah memberikan kuliah umum bertema "Urgensi Peran Perguruan Tinggi Islam dalam Menanggulangi Masalah-Masalah Sosial" di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari. Dia mengkritisi "civitas academica" yang apatis dan apolitis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mensos Sebut Bandar Narkoba Sasar Anak-anak |
Khofifah menghendaki mahasiswa tak sekadar menuntut ilmu dan mendapatkan prestasi akademik tinggi, melainkan juga punya peranan signifikan dalam membangun bangsa.
"Dengan demikian tidak ada masyarakat miskin yang tercecer yang tidak memperoleh bantuan sosial sebagaimana amanat Nawacita," kata Khofifah.
Khofifah menyebut desa menjadi sasaran utama karena angka kemiskinan di desa dua kali lipat lebih tinggi dari pada di kota. Aksesibilitas terhadap layanan publik pun sangat minim.
"Persentase penduduk miskin di desa mencapai 13,96 persen, sementara di kota hanya 7,73 persen. Artinya jumlah penduduk miskin di desa dua kali lipat lebih banyak," kata dia. (gil)