Presiden Jokowi Tegaskan Tak Ada Kursi Menteri untuk Ahok

Christie Stefanie | CNN Indonesia
Selasa, 25 Apr 2017 22:34 WIB
Jokowi memastikan tak ada perombakan kabinet selama bulan ini. Dia juga menyebut status Ahok masih sebagai Gubernur DKI Jakarta. Presiden Jokowi membantah akan melakukan perombakan kabinet dalam waktu dekat. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Purwakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menegaskan tidak ada reshuffle dalam waktu dekat, termasuk menunjuk Basuki Tjahaja Purnama masuk dalam jajaran kabinetnya.

Hal itu disampaikan Presiden menjawab pertanyaan wartawan setelah meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Nusantara, Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah, Cipulus Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (25/4) sore.

"Tidak ada. Hari ini tidak ada reshuffle. Minggu ini enggak ada. Bulan ini juga enggak ada," kata Presiden dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com
Seolah belum puas dengan jawaban Presiden, wartawan kemudian menanyakan kemungkinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi menteri Kabinet Kerja.

Presiden menjelaskan bahwa hingga saat ini Basuki masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. 

"Pak Ahok itu masih Gubernur DKI Jakarta sekarang ini sampai Oktober (2017)," ucap Presiden.

Jokowi tidak mempersoalkan kinerja menterinya. Ia mengatakan bahwa evaluasi menteri dilakukan setiap minggu, setiap bulan. "(Hasilnya) baik-baik saja," kata Jokowi.

Isu Makar

Sementara itu, terkait dengan tulisan jurnalis asing Allan Nairn tentang dugaan makar, Presiden mempersilakan wartawan menanyakannya kepada jurnalis yang menulis dugaan makar tersebut. 

"Yang menulis siapa? Ya, ditanyakan ke Allan Nairn. Kok tanyakan ke saya. Tanyakan ke yang nulis," ucap Presiden.

Isu makar kembali menyeruak dipicu tulisan Nairn yang menyebut bahwa rencana makar di Indonesia juga diduga melibatkan petinggi militer. Ia menulisnya dalam artikel berjudul Trump's Indonesian Allies in Bed with ISIS-Backed Militia Seeking to Oust Elected President yang pertama kali diterbitkan lewat situs The Intercept.
Kemudian, artikel itu diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan diterbitkan dalam situs Tirto.id, atas seizin Nairn.

Nairn menulis bahwa salah satu faktor terkait upaya makar itu adalah karena pemerintahan Jokowi yang memberikan ruang kepada korban Tragedi 1965 dengan digelarnya simposium pada April lalu.

Simposium itu menghadirkan para keluarga korban Tragedi 1965.
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER