Wapres JK: Jika Mengacu Target, Banyak Menteri yang Diganti
CNN Indonesia
Rabu, 26 Apr 2017 05:28 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi isu perombakan kabinet yang merebak pasca Presiden Joko Widodo menyentil para menteri saat membuka Kongres Ekonomi Umat pekan lalu.
Menurut Jusuf Kalla jika perombakan kabinet dilakukan berdasarkan pencapaian target, maka akan banyak menteri yang diganti.
"Kalau hanya target, nanti banyak menteri yang diganti kalau berdasarkan target," ujar Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Selasa (25/4).
Jusuf Kalla mengatakan, berdasarkan keadaan yang ia amati saat ini sebenarnya tidak banyak menteri yang bisa mencapai target yang dibebankan pada mereka.
Dia mencontohkan Menteri Keuangan yang menurutnya belum bisa memenuhi target yang dibebankan.
Tak hanya Menteri Keuangan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga disebut belum tentu bisa mencapai target karena anggaran untuk membuat jalan bukan hal yang mudah.
"Dalam keadaan hari ini, tidak banyak menteri hari ini bisa mencapai targetnya," kata JK.
Presiden Jokowi, lanjut JK, memang ingin target yang dicanangkan bisa tercapai. Tapi Kalla juga meyakini Presiden akan bertindak sesuai dengan kondisi yang ada.
Di kesempatan yang sama Jusuf Kalla menyatakan bahwa hingga kini belum ada pembicaraan antara dirinya dan Presiden soal perombakan kabinet.
Menurut Jusuf Kalla jika perombakan kabinet dilakukan berdasarkan pencapaian target, maka akan banyak menteri yang diganti.
"Kalau hanya target, nanti banyak menteri yang diganti kalau berdasarkan target," ujar Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Selasa (25/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya Menteri Keuangan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga disebut belum tentu bisa mencapai target karena anggaran untuk membuat jalan bukan hal yang mudah.
Lihat juga:Sinyal Perombakan Kabinet Jilid III |
Di kesempatan yang sama Jusuf Kalla menyatakan bahwa hingga kini belum ada pembicaraan antara dirinya dan Presiden soal perombakan kabinet.