Pria yang telah bekerja selama 12 tahun di Balai Kota itu tak pernah menyaksikan sebelumnya ribuan karangan bunga dan antusiasme warga.
"Saya sudah bekerja di Balai Kota dari zaman pemerintahan Pak Sutiyoso. Khusus di pendopo, sudah hampir sembilan tahun. Tapi kejadian seperti ini, ya baru kali ini. Buat saya pribadi, kayak sejarah tersendiri," ujar Saepulloh kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ahok Buntung, Pemilik Bunga Untung |
Dia mengatakan, ucapan terima kasih kepada Ahok jauh lebih banyak dibandingkan era kepemimpinan Sutiyoso yang menjabat gubernur Jakarta dua periode. Bahkan menurutnya, saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lengser, karangan bunga yang berjejer di depan Istana Negara tak sebanyak itu.
"Ya, sebagai bentuk loyalitas terhadap kerja saja. Kerjaannya memang jadi lebih banyak. Apalagi banyak warga yang menyabuti bunga. Daunnya itu rontok ke mana-mana. Belum semenit saya sapu, sudah bertebaran lagi. Tapi ya, sudah tugas saya," katanya.
Karangan bunga dari warga untuk Gubernur dan Wakil Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat memenuhi halaman Balaikota, Jakarta, Selasa (25/4). (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Beberapa di antaranya lagu Tanah Airku, Indonesia Pusaka, Maju Tak Gentar hingga lagu Kemesraan yang dipopulerkan oleh penyanyi kawakan Iwan Fals.
Beberapa kali warga yang menunggu di luar pendopo berteriak histeris saat melihat Ahok berpindah dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Warga melihatnya dari pintu pendopo yang didominasi kaca.
Ahok akhirnya keluar dari ruangan kerjanya sekitar pukul 19.10 WIB. Sejumlah staf pengamanan dalam (pamdal) yang berjaga sejak pagi segera mengarahkan warga yang menunggu di depan pendopo untuk masuk. Mereka pun berfoto dengan Sang Gubernur.
Sementara itu, kondisi sebagian besar karangan bunga yang berada di area terbuka kompleks Balai Kota sudah mulai tak beraturan. Beberapa di antaranya berantakan karena diterjang angin dan hujan yang mengguyur Jakarta sejak sore hari.
Kepala Biro Umum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Agustino Darmawan mengatakan, setidaknya 1.000 lebih karangan bunga memadati halaman Balai Kota. Ribuan karangan bunga itu berisi doa, ucapan selamat, terima kasih, hingga curahan hati warga DKI usai kekalahan Ahok-Djarot pada putaran kedua pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017.
Lihat juga:'Satu kekalahan Ahok, Seribu Bunga Merekah' |
"Satu kekalahan seribu bunga merekah, terima kasih Ahok," demikian tulisan dalam sebuah karangan bunga berukuran 3 x 10 meter dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Karangan bunga dari warga untuk Gubernur dan Wakil Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat memenuhi halaman Balaikota, Jakarta, Selasa (25/4). (CNN Indonesia/Safir Makki)