"Pergantian panglima itu harus dilakukan. Hal yang paling penting itu adalah untuk memanifestasi agenda maritim security yang memang jadi fokus utama pemerintah terutama Presiden," kata Direktur Imparsial, Al Araf di Gedung Imparsial, Jakarta Selatan, Selasa (2/5).
Kata Al Araf, selama hampir dua tahun kepemimpinan Gatot, TNI tidak mengalami perkembangan, terutama di bidang keamanan maritim. Bahkan Gatot justru fokus melakukan pembangunan di sektor pertahanan darat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tidak masalah," kata Araf.
Kabar tentang rencana penggantian Gatot pernah berembus pada 2016. Namun, Presiden Joko Widodo membantah kabar penggantian Panglima. Ketika itu, beredar kabar di media sosial bahwa Presiden Jokowi telah menyiapkan nama pengganti Gatot, yakni mantan Sekretaris Militer (Sesmil) Marsekal Madya Hadi Tjahjanto.
"Saya sampaikan dan tegaskan bahwa tidak ada yang namanya penggantian Panglima TNI," kata Jokowi, November 2016.
Kabar pergantian Panglima TNI, kata Jokowi, hanya untuk memanas-manasi situasi.