Dituduh Setuju Makar, Jenderal Gatot 'Setia' Kawal Jokowi

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Sabtu, 22/04/2017 12:54 WIB
Dituduh Setuju Makar, Jenderal Gatot 'Setia' Kawal Jokowi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam satu acara. (ANTARA FOTO/Saptono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo hadir dalam acara Dharmasanti Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939 di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada hari ini. Dia didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Diketahui, satu laporan wartawan investigatif Allan Nairn yang dipublikasikan The Intercept pada Rabu lalu, menyebutkan Panglima TNI diduga setuju upaya makar.

Laporan yang berjudul Trump’s Indonesian Allies In Bed with ISIS-Backed Militia Seeking to Oust Elected President, menyebutkan salah satu faktor terkait hal itu adalah karena pemerintahan Jokowi memberikan ruang kepada korban Tragedi 1965 dengan digelarnya simposium pada April lalu.


Simposium itu menghadirkan para keluarga korban Tragedi 1965.

Laporan itu juga diterbitkan dalam Bahasa Indonesia oleh situs berita Tirto.id. Sejumlah sumber dalam laporan Nairn di antaranya adalah laporan intelijen dan para purnawiran.

Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa gerakan protes anti Ahok—yang dimotori oleh Front Pembela Islam (FPI), hanyalah sebagai dalih semata. Nairn menulis dalam laporan itu bahwa gerakan tersebut justru memiliki tujuan akhir yakni Jokowi dan melawan komunisme.

Namun dalam acara hari ini, Jokowi dan Jenderal Gatot tampak bersama. Presiden Jokowi hadir sekitar pukul 10.00 WIB didampingi Panglima TNI tersebut.

Selain itu, tampak juga sejumlah menteri Kabinet Kerja seperti Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Tampak hadir juga, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Jenderal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi, Panglima Kodam Jaya Mayjen Supandi, serta Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana.

Dalam keterangan resminya, Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto menyatakan bahwa berita yang dimuat oleh Tirto.id adalah tidak benar.

“Tidak benar atau hoax,” kata dia dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, kemarin.

Pidato Jokowi

Presiden menyatakan dalam pidatonya bahwa pentingnya membina persaudaraan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, membina persaudaraan akan mewujudkan kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat.

"Kita semua bersaudara, yang menekankan arti penting persaudaraan yang sejati. Karena kita semua berasal dari sumber yang sama, yakni dari Tuhan Yang Maha Esa," kata Jokowi dalam pidatonya.

Ia menyampaikan, Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia terdiri dari 1.340 suku. Bahkan, Indonesia memiliki beragam ras, agama, dan bahasa.

Namun, menurutnya, berbagai perbedaan tersebut bukan penghalang untuk bersatu dalam mewujudkan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Perbedaan tersebut, Jokowi berkata, harus menjadi landasan untuk hidup saling membantu, menghormati, dan membangun solidaritas sosial yang kokoh.