Suara serak pria berjanggut yang senantiasa mengenakan sorban kala mengajak massa untuk meneriakkan kata 'takbir' ini tak terdengar dalam aksi bertajuk bela Islam yang berlangsung di 'menit-menit akhir' jelang pembacaan vonis terhadap terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Bahkan, Rizieq juga tak terlihat saat FPI bersama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) dan sejumlah kelompok kontra Ahok lainnya menggelar aksi di depan Kementerian Pertanian untuk mengawal sidang pembacaan vonis terhadap terdakwa Ahok, Selasa (9/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah ini dilakukan lantaran pria kelahiran 24 Agustus 1965 ini mangkir dari panggilan pemeriksaan pemeriksaan terkait dugaan percakapan berkonten pornografi antara dirinya dengan Ketua Yayasan Solidaritas Keluarga Cendana Firza Husein yang telah dilayangkan sebanyak dua kali.
Kini, Rizieq dikabarkan telah meninggalkan Malaysia, Namun, bukan untuk kembali Indonesia, melainkan balik ke 'Tanah Suci'.
Menurutnya, berbagai alasan digunakan Rizieq untuk mengulur penyelidikan atau penyidikan yang dilakukan polisi.
"Kondisi dalam negeri saat ini tidak kondusif bagi Rizieq, makanya dia tak kunjung kembali ke Indonesia. Keberangkatannya ke Arab Saudi dengan alasan Umrah itu tentunya tak lepas dari informasi soal keseriusan polisi menuntaskan kasusnya," kata Bambang kepada CNNIndonesia.com, Senin (15/5).
Dia pun menilai cara-cara yang digunakan Rizieq untuk mengulur penyelidikan dan penyidikan kasusnya sudah tidak relevan, terlebih dalam penggunaan istilah 'kriminalisasi ulama'. Menurutnya, Rizieq sudah kalah dalam 'pertarungan' kali ini.
Rizieq Shihab dalam satu agenda persidangan dengan terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (REUTERS/Beawiharta) |
Merasa Difitnah
Kuasa hukum Rizieq, Sugito Atmo Pawiro, mengatakan kembalinya Rizieq ke Arab Saudi bukan bermaksud melarikan diri dari panggilan polisi, melainkan untuk menenangkan diri lantara merasa difitnah dalam dugaan percakapan pornografi itu.
Dia menyebut kliennya akan pulang ke Indonesia sebelum atau sesudah Ramadan. Selain untuk menenangkan diri, Sugito juga menyebut kembalinya Rizieq ke Arab Saudi sebagai upaya perlawanan melawan ketidakadilan.
"Dia (Rizieq) tidak melarikan dari tanggung jawab. Hanya simbol lawan ketidakadilan, bahwa ini fitnah," kata Sugito kepada CNNIndonesia.com di Jakarta, Senin (15/5).
Dugaan percakapan berkonten pornografi antara Rizieq dengan Firza berawal dari laporan yang diterima Polda Metro Jaya dengan Nomor: LP/510/I/2017/PMJ/Dit Reskrimsus terkait dugaan penyebaran percakapan berkonten pornografi.
Pelaporan didasarkan pada Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 dan/atau Pasal 32 Undang-undang 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, serta Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Polisi kemudian melayangkan surat pemanggilan kedua terhadap Rizieq pada Senin (8/5) untuk pemeriksaan pada Rabu (10/5). Lagi-lagi, Rizieq tidak memenuhi panggilan tersebut karena tidak berada di Indonesia.
Kini, sebagian warga mungkin saja menanti, kapan Rizieq datang ke Indonesia dan menghadapi kasus hukumnya. Bukan sekadar berani menghadapi lautan massa dan meneriakkan takbir.
Rizieq Shihab dalam satu agenda persidangan dengan terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (REUTERS/Beawiharta)