Jokowi Sebut Rakyat Habiskan Energi untuk Saling Debat

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Selasa, 23/05/2017 12:46 WIB
Jokowi Sebut Rakyat Habiskan Energi untuk Saling Debat Jokowi mengajak pejabat negara dan masyarakat untuk lebih banyak bekerja ketimbang berdebat dan saling menghujat. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menginstruksikan pembantunya untuk kembali fokus bekerja demi menciptakan kesejahteraan dan mencerdaskan bangsa. Jokowi juga mengajak masyarakat untuk kembali pada fokus utama kini.

Menurutnya, perhatian banyak pihak sudah tak lagi pada tujuan utama bernegara sehingga energi enam hingga hingga delapan bulan terakhir habis untuk hal-hal tidak berguna.

"Kita banyak omong ketimbang bekerja akhir-akhir ini. Banyak berdebat dan saling menghujat ketimbang bekerja. Banyak demo-demo enggak bermanfaat dibanding bekerja," ujar Jokowi di Istana Bogor, Selasa (23/5).
Pernyataan itu disampaikan di depan Wakil Presiden Jusuf Kalla, jajaran menteri dan kepala lembaga. Kepada mereka dan seluruh masyarakat, Jokowi mengajak untuk fokus sehingga tidak melepaskan kesempatan emas yang sesungguhnya berada di depan mata.


Jokowi mengatakan, Indonesia kini mendapat banyak kepercayaan karena telah dinyatakan layak investasi (investment grade) oleh S&P. Setelah 12 tahun, tata kelola keuangan pemerintah pusat akhirnya dinyatakan wajar tanpa pengecualian (WTP) oleh BPK.

"Jangan masuk framing saling menghujat, menyalahkan, dan berdebat yang tidak ada habisnya," kata mantan Wali Kota Solo ini.
Indonesia disebut Jokowi masih tidak fokus. Hal itulah yang ia tengarai menjadi penyebab ketertinggalan Indonesia dari negara-negara kawasan seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Hal ini sebenarnya telah dikatakan oleh Jokowi berulang kali melalui forum. Ia kerap membandingkan kondisi di dalam negeri dengan perkembangan di luar negeri.

Kali ini, Jokowi menyampaikan negara-negara lain sekarang mempersiapkan inovasi teknologi seperti mobil Tesla dan Space X.
Sementara di Indonesia, pemerintah kerap kesulitan untuk melakukan pembangunan seperti jalan tol yang selalu terhalang pembebasan lahan, kereta cepat yang diributkan potensi kerugiannya.

"Saya mengajak semuanya keluar dari pikiran negatif. Ajak semua mulai berpikiran positif untuk maju bersama bagi bangsa ini," ucap Jokowi.