Wakil Ketua Setara Institute Bonar Naipospos mengatakan FPI dan sejumlah kelompok lainnya diduga mengintimidasi dokter Fiera Lovita yang bekerja di RSUD Kota Solok, Sumatera Barat.
Hal itu dimulai ketika Fiera mengunggah statusnya di media soal pada pekan ini soal mengapa Rizieq tak kembali ke Indonesia terkait dengan kasus dugaan cakap mesum yang menjeratnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persekusi itu mewujud pada tindak sewenang-wenang dari sejumlah warga untuk memburu dan menangkap seseorang yang diduga telah melakukan penghinaan terhadap ulama dan agama.
“Kuatnya tekanan dan intimidasi membuat korban saat ini sangat tak nyaman,” kata Bonar. “Polres Kota Solok dan di mana pun harus bersikap tegas terhadap kelompok intoleran.”
Indikasinya, kata Damar, terlihat dari kenaikan drastis pelaporan menggunakan pasal 28 ayat 2 Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.
"Tindakan persekusi itu sudah menyebar merata di seluruh Indonesia dan perlu menjadi perhatian serius karena tingkat ancamannya yang nyata," kata Damar dalam pernyataan pers, hari ini.
Saat dikonfirmasi soal kasus Solok, Juru Bicara FPI Slamet Maarif mengatakan belum mengetahuinya dan akan mengecek hal itu terlebih dahulu. "Saya akan cek dulu," kata dia kepada CNNIndonesia.com, hari ini.