Dinsos Bentengi DKI dari Gepeng Musiman saat Ramadan

Filani Olivia, CNN Indonesia | Rabu, 31/05/2017 10:41 WIB
Dinsos Bentengi DKI dari Gepeng Musiman saat Ramadan Ilustrasi pengemis di Jakarta. (AFP PHOTO / ROMEO GACAD)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Sosial DKI Jakarta mengerahkan ratusan petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) untuk mengawasi keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) dari luar ibu kota. Hasilnya gepeng mulai berkurang saat Ramadan yang biasanya mudah ditemui. 

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Masrkohan mengatakan, sejumlah titik rawan jadi pusat perhatian petugas. Ia mencatat setidaknya ada 275 titik rawan yang bisa digunakan oleh gepeng untuk mengkal. Misalnya pasar tradisional, pusat perbelanjaan, jembatan penyeberangan, pemakaman umum dan tempat ibadah.
Dari pengamatan yang dilakukan, saat ini jumlah gepeng tak sebanyak sebelumnya. Masrokhan menduga, gepeng tersebut berpindah ke wilayah di sekitar Jakarta.

"Pantauan kami di lapangan menunjukkan bahwa PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial) cenderung beralih ke daerah penyangga seperti Bekasi, Depok dan Tangerang," kata Masrokhan kepada CNNIndonesia.com, Rabu (31/5).


Karena diperkirakan mulai ada pergeseran ke daerah penyangga, maka titik pengawasan petugas juga beralih ke wilayah perbatasan. 

“Ini menjadi konsentrasi teman-teman di lapangan. Kami monitor terus untuk membuat efek jera," ujarnya.

Selain penjagaan dari petugas, Masrokhan berharap warga DKI pun dapat bekerjasama dengan pemerintah untuk terus memantau keberadaan gepeng yang sekiranya mengganggu dengan aktif melaporkan kepada Dinas Sosial DKI Jakarta.
"Penduduk kota harusnya juga semakin cerdas dengan tidak lagi memberi (uang) kepada PMKS di jalanan, sehingga mereka tidak terus meminta-minta di persimpangan jalan raya," ucapnya.

Selama 2016, tercatat ada 14.808 gelandangan dan pengemis yang berhasil diamankan oleh Dinas Sosial di seluruh kawasan ibu kota. Sementara itu, sejak Januari hingga Mei 2017 sudah ada 3.446 gelandangan yang berhasil diamankan Dinas Sosial DKI Jakarta.

Para gelandangan dan pengemis yang diamankan, akan diberi pembinaan sosial dan pelatihan praktis untuk kemandirian atau wirausaha terlebih dahulu, sebelum akhirnya dikembalikan oleh Pemprov DKI ke kampung halamannya masing-masing.