GNPF Temui Jokowi, Rizieq Titip Pesan

Feri Agus Setyawan, CNN Indonesia | Senin, 26/06/2017 12:20 WIB
GNPF Temui Jokowi, Rizieq Titip Pesan Perwakilan GNPF-MUI temui Presiden Joko Widodo kemarin, sampaikan pesan dari pemimpin mereka, Habib Rizieq (dok. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab menyampaikan pesan khusus kepada Presiden Joko Widodo. Pesan tersebut disampaikan melalui pengurus Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).

Ketua Tim Advokasi GNPF-MUI, Kapitra Ampera menyatakan, lewat dirinya Rizieq menyampaikan agar Jokowi bekerja untuk menyejahterahkan rakyat dan menjaga keutuhan bangsa.

"(Ia) juga (berpesan terkait) penegakan hukum dalam berkeadilan dan juga yang lainnya," kata Kapitra saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Senin (26/6).



Namun, menurut Kapitra, tak semua pesan Rizieq yang disampikan ke dirinya, diteruskan pada Jokowi.

Seperti diketahui, GNPF-MUI kemarin mengadakan pertemuan dengan Presiden saat Jokowi tengah mengadakan open house. Open house ini digelar di Istana Negara, pada Hari Raya Idulfitri 1438 Hijriah kemarin, Minggu (25/6).

Penghentian kasus Rizieq

Kapitra menyebut, selain bersilaturahmi, tujuan pihaknya menemui mantan Gubernur DKI Jakarta itu tentu juga untuk membahas penghentian kasus yang menjerat Rizieq.

"Loh iya, kita datang ke presiden itu, ya kasus ini (Habib Rizieq). Ngapain kita datang ke Presiden kalau nggak ada kaitan," tuturnya.

Rizieq diketahui telah menyandang status tersangka dalam dua kasus yang berbeda.


Pertama, dia merupakan tersangka kasus dugaan penodaan Pancasila, yang tengah ditangani Polda Jawa Barat. Dan kedua, Rizieq terjerat kasus dugaan konten pornografi bersama Firza Husein, ditangani Polda Metro Jaya.

Namun, Kapitra masih belum mau membeberkan lebih jauh mengenai tindak lanjut pasca-pertemuan. Untuk diketahui, ini adalah kali pertama GNPF bertemu dengan Jokowi. Menurut dia, setelah ini ada agenda yang pasti dibuat untuk menyelesaikan kasus Rizieq.

"Nanti ada tindak lanjutnya, ini (pertemuan) bukan yang pertama dan terakhir. Pasti ada agenda lain, itu yang belum bisa kita sampaikan ke publik," tuturnya.

Bahas kinerja pemerintah

Kapitra menambahkan, selain bicara khusus tentang kasus Rizieq, pihaknya juga berbincang tentang kinerja pemerintahan dengan Jokowi. Menurut Kapitra, pembicaraan yang terjadi lebih banyak soal hubungan pemerintah dengan rakyatnya.

Jokowi sendiri ditemani oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.


"Banyak yang kita bahas, soal bangsa ini ya. Soal hubungan penguasa dengan rakyat, antara hubungan umara dengan umat. Bagaimana mengharmonisasikan dan mensinergikan antara penguasa dan rakyatnya," tuturnya.

Menurut Kapitra, mantan Wali Kota Solo itu menyambut baik masukan-masukan yang pihaknya sampaikan langsung. Bahkan, lanjutnya, Jokowi menanyakan mengapa pertemuan dengan GNPF-MUI baru terlaksana kemarin.

"Presiden menyambut baik itu, bilang kenapa kita baru ketemu sekarang (kemarin), bukan dari kemarin-kemarin. Langsung Menko Polhukam mengatakan, lebih baik Pak terlambat dari pada tidak sama sekali," ujar Kapitra menirukan.