Menkes Klaim Angka Kematian Akibat Kecelakaan Mudik Turun

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Sabtu, 01/07/2017 04:41 WIB
Hingga hari kesepuluh Operasi Ramdaniya 2017 atau Rabu (28/6), korban meninggal akibat kecelakaan saat mudik tercatat sebanyak 378 jiwa. Masyarakat dihimbau menyiapkan kendaraannya sebelum melalui jalur mudik guna menghindari kecelakaan saat mudik. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengklaim terdapat penurunan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas pada saat mudik Lebaran 2017, khususnya di wilayah Jawa Barat

Hal itu disampaikan usai meninjau sejumlah wilayah di Jawa Barat bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto. Pada tahun ini, jumlah kasus kematian akibat kecelakaan lalu lintas turun 9 kasus dari 42 kasus pada tahun lalu.

"Tadi sudah beberapa titik dilaporkan angka kematian lalu lintas turun. Tadi di daerah Nagreg turun 69 persen, wilayah berikutnya 79 persen turun," kata Nila di Gerbang Tol Cikarang Utama, Jumat (30/6).


Nila mengatakan, penurunan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas pada saat arus mudik Lebaran 2017 terjadi karena adanya koordinasi yang baik antara pemerintah dengan masyarakat.

"Masyarakat sendiri seperti Kapolri katakan harus mengecek kendaraan, kemudian pengemudinya prima kesehatan, dan tidak meminum obat yang membuat kantuk, menyediakan makanan cukup dan isi bensin cukup," kata Nila.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengimbau agar masyarakat menyiapkan kendaraannya sebelum melalui jalur mudik. Hal itu sebagai antisipasi agar tidak terjadi mogok kendaraan di tengah jalan.

"Kemudian bensin kalau bisa penuh. Bawa makanan obat-obatan kalau sudah lelah masuk rest area. Kalau sudah selesai segera cepat berangkat jangan sampe menumpuk di rest area," kata Tito.

Berdasarkan data Operasi Ramadniya 2017 selama sepuluh hari, total kecelakaan lalu lintas telah terjadi sebanyak 1.686 kejadian. Sementara itu, korban meninggal mencapai 378 jiwa, luka berat 431 orang, dan luka ringan 1.986 orang.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul berdasarkan keterangannya mengatakan, angka itu turun dari tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, jumlah korban meninggal dunia pada tahun lalu sebanyak 1.764 jiwa, korban luka berat 449 orang, dan luka ringan 2.101 orang.

Hingga kemarin, angka kecelakaan lalu lintas tertinggi dialami wilayah Polda Jawa Timur dengan 30 peristiwa, tiga korban meninggal dunia, tiga korban luka berat, serta 47 korban luka ringan.
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK