"Enggak kayaknya," tutur Juned saat ditemui di Masjid Falatehan, Jakarta, Sabtu (1/7).
Juned tidak bisa memastikan apakah pelaku baru pertama kali melakukan salat di Masjid Falatehan pada Jum'at (30/6) malam atau tidak. Pasalnya, kata Juned, masjid yang diurusnya merupakan masjid transit yang sering didatangi jemaah dari berbagai wilayah. Tujuan mereka tak sekedar beribadah. Ada juga yang hanya untuk beristirahat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut kesaksiannya, jumlah jemaah yang ikut salat Isya pada Jumat malam hanya tiga saf. Itu pun tidak terisi penuh.
"Kalau posisinya di baris ketiga, cuma enggak tahu persis, sih, cuma tahu kegaduhan ada di belakang," kata Juned.
Bercak Darah di Sajadah
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, ada beberapa noda diduga bercak darah korban penusukan yang masih nampak di karpet sajadah Masjid Falatehan.
Letak bercak-bercak tersebut persis berada di posisi korban dalam saf, yakni baris ketiga ujung kanan.
"Belum. Darahnya juga kan enggak banyak. Kita juga enggak tahu kejadiannya karena kita kan di depan. (Korban) sambil menutup luka, kita enggak tahu ya," kata Juned.
Anggota Brimob AKP Dede Suhatmi dan Briptu M. Syaiful Bakhtiar ditusuk oleh terduga teroris pada Jum'at malam, usai salat Isya di Masjid Falatehan, Jakarta.
Mereka ditikam masing-masing di bagian leher dan bawah kuping. Saat ini, korban berada di Rumah sakit Pusat Pertamina untuk mendapatkan perawatan intensif.