Setya Novanto Angkat Suara soal Gesekan PAN dan PDIP

Bintoro Agung , CNN Indonesia | Minggu, 16/07/2017 19:27 WIB
Setya Novanto Angkat Suara soal Gesekan PAN dan PDIP Ketua DPR Setya Novanto berharap sesama partai politik harus saling menghormati. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto meminta Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk saling menghormati sebagai sesama anggota koalisi pendukung pemerintah. Hubungan PAN dan PDIP dalam beberapa hari terakhir menghangat seiring perbedaan sikap politik mereka.

"Saya rasa kita sama-sama partai saling menghormati," kata Setya di Jakarta, Minggu (16/4).

Ketua Umum Partai Golkar ini mengaku belum tahu detail permasalahan antara PAN dan PDIP. Untuk mengetahui lebih jauh, Setya mengaku akan berbicara dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
"Nanti Saya coba komunikasi dengan Pak Zulkifli (Hasan)," ujar Setya.

Menghangatnya hubungan PDIP dan PAN bermula dari perbedaan pendapat dalam Rancanan Undang-undang Penyelenggaraan Pemilu. PAN tidak sepakat keinginan pemerintah soal angka 20-25 persen untuk ambang batas pemiihan presiden. PAN juga tidak setuju dengan tidak Perppu Ormas yang baru diterbitkan oleh pemerintah.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sebelumnya menyindir parpol pendukung pemerintah yang kerap mengambil sikap berbeda dengan pemerintah. Menurutnya semakin banyak parpol yang etikanya tidak jelas dan hanya mengedepankan kepentingan jangka pendek dalam koalisi. 
"Koalisi pemerintah harusnya semua keputusan politik bisa dilaksanakan, diamankan, diperjuangkan bersama tapi tidak ditinggal lari sendiri di tengah jalan," ujar Tjahjo.

Terkait perbedaan ini, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto lebih tegas bersikap dengan meminta PAN berada di luar pemerintahan bila terus berbeda sikap dengan pemerintah.

Diminta keluar koalisi, PAN menyerahkan sepenuhnya pada Presiden Joko Widodo.

"Terserah Pak Jokowi. Mau keluarkan menteri dari PAN itu hak Pak Jokowi, mau mengeluarkan PAN dari koalisi itu hak Pak Jokowi," kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto.