Enam Gedung SD di Palangkaraya Terbakar dalam Sebulan

Suriyanto , CNN Indonesia | Minggu, 30/07/2017 12:53 WIB
Enam Gedung SD di Palangkaraya Terbakar dalam Sebulan Ilustrasi kebakaran. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam sebulan, enam bangunan sekolah dasar di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah terbakar. Polisi diminta mengusut kejadian ini untuk menghindari berbagai spekulasi yang terjadi.

Terakhir kebakaran terjadi kemarin petang di Sekolah Dasar Negeri 8 Palangkaraya. Api menghanguskan satu gedung dan merusak tiga gedung lainnya di sekolah tersebut.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio yang memantau langsung ke lokasi meminta seluruh instansi pendidikan meningkatkan kewaspadaan agar kejadian serupa tak terus terulang.

"Saya minta seluruh kepala sekolah dan guru yang ada di Palangka Raya meningkatkan kewaspadaan. Bila perlu libatkan orang tua siswa untuk menjaga sekolah, setidaknya harus ada empat orang setiap malam di sekolah. Jangan sampai lengah," kata Mofit seperti dilansir dari Antara.

Ia berharap kepolisian dapat segera mengungkap kasus yang meresahkan orang tua siswa ini.

Kebakaran SD Negeri 8 bermula dari bangunan kosong yang sebelumnya digunakan penjaga sekolah untuk tidur. "Kami tidak tahu penyebab kebakaran, untuk berspekulasi pun kami tidak berani," kata Pelaksana Tugas Kepala SDN 8 Palangka Raya, Budiono.
Kebakaran ini adalah insiden keenam dalam sebulan terakhir yang menimpa bangunan SD. Sebelumnya kebakaran juga terjadi pada Selasa (4/7) di SD Negeri 1 Palangkaraya, selanjutnya kebakaran kembali terjadi di SD Negeri 4 Menteng di Jalan Thamrin, Jumat (21/7).

Menyusul kemudian kebakaran di SD Negeri 4 Langkai Jumat (21/7), kemudian di SD Negeri 1 Langkai, Sabtu (22/7), dan SD Negeri 5 Langkai.

Menanggapi kejadian beruntun ini Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palangkaraya Sigit K Yunianto menyatakan kegeramannya. DPRD, kata Sigit, sudah meminta agar kewaspadaan ditingkatkan.

Edaran Wali Kota juga diterbitkan, namun kejadian ini terus berulang. "Kemarin sudah diimbau dengan serius kok ya masih terjadi. Heran saya. Bagaimana instruksi dari kepala sekolahnya, dijalankan apa tidak," kata Sigit, Minggu (30/7) di Palangkaraya seperti diberitakan Antara.
Dia menambahkan jika memang tidak bersedia atau tidak mampu, sebaiknya penjaga diganti dengan orang yang lebih siap.

"Ini bener-bener lengah. Api itu tidak punya mata, tidak punya telinga, tapi kok pintar, milihnya lokasi SD semua," katanya.

Sigit menduga, ada unsur kesengajaan dalam kejadian ini. “Ini analisis atau praduga saya, ini terorganisir karena hampir sasaran api SD, makanya sudah diambil langkah untuk berjaga jaga," katanya.

Untuk itu, ia meminta seluruh pihak memaksimalkan penjagaan dan kewaspadaan terhadap lingkungan masing-masing rumah, kantor, instansi, rumah ibadah dan sekolah-sekolah.

Anggota DPRD Rusliansyah meminta kepolisian segera mengusut kasus kebakaran ini. "Segera ungkap agar tahu motifnya apa karena kebakaran sekolah kali ini tidak wajar dan banyak menimbulkan spekulasi serta pentanyaan yang mengganjal," katanya.
Menurut dia, kejanggalan ini seperti kebakaran di enam sekolah terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan.

Bahkan yang lebih mengherankan, seluruh kebakaran berawal dari SD dan beberapa diantaranya, rentan waktu kejadian hanya berselang beberapa jam. Jarak antarsekolah yang terbakar juga tak terlalu jauh.

Selain itu, keterangan dari sejumlah pihak yang sekolahnya terbakar memiliki kemiripan yakni menyatakan bahwa lokasi awal kebakaran merupakan ruangan yang tidak dialiri listrik dan berada di lokasi paling pojok.

"Untuk itu, kami berharap kasus ini agar dapat segera dituntaskan sehingga masyarakat tidak was-was dan hanyut dalam prasangka masing-masing," kata Rusli.