Hal itu terungkap saat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani menggelar konferensi pers terkait kasus penyelundupan 1,2 juta butir ekstasi dari Belanda di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Selasa (1/8).
Gambar Minions itu terukir di atas pil ekstasi dengan berbagai warna, mulai dari kuning, merah jambu, hijau, hingga biru. Besar satu pil ekstasi diperkirakan sekitar 0,5 milimeter dengan berat 0,2 kilogram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kami temukan untuk pertama kali. Saya udah konfirmasi ke perwakilan di sana, itu dibuat di Belanda, karena di sana sudah dibuat area khusus untuk pengguna sabu, ekstasi dan ganja," kata Eko di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Selasa (1/8).
"(Dipasarkan) ke diskotek, bisa diskotek bisa karaoke di Surabaya dan Jakarta," ucapnya
Kasus ini mulai diselidiki sekitar dua bulan lalu. Saat itu, kata Eko, penyidik memperoleh informasi narkotika akan masuk melalui jalur tikus di perairan pantai utara di daerah Tangerang.
Dari informasi itu penyidik menangkap seorang pria bernama Liu Kit Cung alias Acung dengan barang bukti ekstasi yang disimpan dalam dua boks pada Jumat (21/7). Setelah itu, Acung mengaku bahwa barang haram itu rencananya akan didistibusikan ke sejumlah diskotek dan bandar narkotika.
Barang bukti narkotik selundupan dari Belanda. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Sepekan kemudian, Eko berkata, penyidik menembak mati seorang tersangka lainnya, M Zulkarnain. Menurutnya, Zulkarnain ditembak mati lantaran melakukan perlawanan saat petugas kepolisian memintanya menunjukkan lokasi penyimpanan ekstasi.
Eko menambahkan, sindikat ini lebih berani dibanding sindikat mendiang Fredi Budiman. Dia menuturkan, jika Freddy dulu menyelundupkan ekstasi dari Belanda di dalam mesin cetak, sindikat Aseng hanya memasukkan ekstasi dalam 120 bungkus yang dikemas plastik aluminium. Masing-masing bungkus berisi ekstasi itu memiliki berat 2,2 kilogram.
Barang bukti narkotik selundupan dari Belanda. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)