Pendukung Cabup Saling Serang, Sekolah di Mulia Papua Lumpuh

Suriyanto, CNN Indonesia | Senin, 31/07/2017 11:52 WIB
Pendukung Cabup Saling Serang, Sekolah di Mulia Papua Lumpuh Konflik pilkada di Kabupaten Puncak Jaya, Papua belum juga usai. Hari ini sekolah di Distrik Mulia diliburkan. (Antara Foto/Indrayadi TH)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kegiatan belajar mengajar di Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua hari ini lumpuh. Siswa dipulangkan karena situasi keamanan yang tidak kondusif.

Sejak beberapa hari terakhir kondisi kemanan di wilayah tersebut mencekam lantaran pendukung calon bupati saling serang.

Seperti dilansir dari Antara, pengajar SD Inpres Mulia, Jitmau mengatakan, siswa dipulangkan pada pukul 09.00 WIB untuk mengantisipasi adanya bentrokan lagi.
“Sejak pagi semua pelajar sudah dipulangkan karena sejak Sabtu (29/7) situasi keamanan di Mulia tidak kondusif," kata Jitmau, Senin (31/7).


Sebelum memulangkan siswa, sekolah sudah lebih dulu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Selain SD Inpres Mulia, sekolah lain di Kecamatan Mulia juga memilih memulangkan anak didiknya. Jitmau mengatakan, dengan dipulangkannya siswa, maka tanggung jawab keselamatan tidak lagi ada di pihak sekolah atau guru.

Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Puncak Jaya Agus Fakaubun mengaku belum tahu sampai kapan siswa diliburkan. Saat ini situasi kemananan belum terkendali karena pendukung calon bupati masih saling serang.
“Seluruh sekolah yang ada di Mulia dari tingkat SD hingga SMA sudah memulangkan muridnya sejak pagi,” kata Agus.

Pertikaian antar para pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati sudah berlangsung sejak Sabtu (29/7) mengakibatkan 12 orang luka luka, satu meninggal dan 16 rumah dibakar.

Pilkada di Kabupaten Puncak Jaya diikuti tiga pasangan calon yakni Yustus Wonda-Kirenius Telenggen, Hanock Ibo-Rinus Telenggen dan Yuni Wonda-Deinas Geley.