Pemprov DKI Merencanakan Bangun Rusun Transit di Ancol

Filani Olyvia, CNN Indonesia | Sabtu, 05/08/2017 02:30 WIB
Pemprov DKI Jakarta berencana membangun rusun transit yang dapat digunakan sebagai 'penampungan sementara' warga bila direlokasi saat belum ada rusun yang siap. Ilustrasi: Pemprov DKI Jakarta berencana membangun rusun transit yang dapat digunakan sebagai 'penampungan sementara' warga bila direlokasi tapi belum ada rusun yang siap. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mewacanakan membangun rumah susun (rusun) transit di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Rusun transit ini kelak bisa digunakan sebagai lokasi 'penampungan sementara' para warga yang terkena dampak penertiban.

"Misalnya kami (Pemprov DKI) mau melakukan penertiban di suatu lokasi, dan sifatnya mendesak, tapi belum ada rusun yang siap, maka para warga bisa direlokasi ke sana (sementara waktu). Atau, untuk korban musibah kebakaran. Jadi ini semacam rumah pertolongan," kata Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (4/8).



Wacana tersebut muncul karena Pemprov DKI Jakarta memiliki tanah seluas hampir 3 hektare di kawasan Ancol yang hingga saat ini masih diurus sertifikat kepemilikannya.

Dengan nantinya dimanfaatkan sebagai lokasi rusun transit, kata Saefullah, diharapkan tidak akan terjadi lagi penyalahgunaan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

"Makanya saya minta Dinas Perumahan untuk segera diserahkan (sertifikat kepemilikannya). Jangan sampai nanti lalai, ilang, ilang, ilang, terus ditempatin orang. Kayak Taman BMW (di Jakarta Utara)," ujar Saefullah.


Selain itu, kata Saefullah, rusun transit ini nantinya juga dapat dimanfaatkan oleh warga Kabupaten Kepulauan Seribu, yang hingga saat ini masih harus mendatangi Jakarta untuk berobat, sebagai tempat peristirahatan.

Namun, kata Saefullah, wacana tersebut masih perlu perencanaan lebih lanjut.

"(Wacana) ini masih di awang-awang. Tapi kalau ada ide bagus seperti itu, ya ditangkap saja. Tanahnya sudah ada, kok. Tinggal diprogramkan, lalu ukur kemungkinan berapa tower (yang bisa dibangun)," ucap dia.
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK