Lydia beralasan kliennya hanya bertindak sebagai pihak yang menerima dan menggunakan Dumolid untuk kepentingan diri sendiri dalam kasus ini.
"Kalau ini lebih tepat dia dikenakan pasal 60, bukan pasal 62. Karena dia itu terima penyerahan dari orang itu untuk dikonsumsi diri sendiri. Itu ada aturannya di pasal itu," kata Lydia saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Selasa (8/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasal 62 mengatur tentang ketentuan pidana berupa hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp100 juta.
Lebih jauh, Lydia berharap polisi bersikap manusiawi dan memberikan waktu kepada Tora untuk menjalani proses rehabilitasi hingga sehat.
Menurutnya, Tora lebih layak ditempatkan di rumah sakit untuk menjalani proses rehabilitasi daripada di penjara untuk saat ini.
"Seharusnya, tapi harus ada proses lanjutan bukan sekadar sementara. Selama proses (rehabilitasi) ini harus (di rumah sakit), bukan di penjara," tutur Lydia.
Lihat juga:Tora Sudiro Dirawat di RSKO Cibubur |
Tora akan dirawat selama 12 hari ke depan dengan menempati ruangan detox untuk membersihkan kandungan zat obat-obatan yang selama ini dikonsumsi.
Pemindahan Tora ke RSKO, Cibubur disetujui pihak Polres Metro Jakarta Selatan setelah menerima hasil pemeriksaan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN). Dari hasil pemeriksaan itu Tora disebut mengidap penyakit syndrome tourette.