Tipu-Tipu Jemaah, First Travel Raup Untung Ratusan Miliar

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Kamis, 10/08/2017 18:32 WIB
Tipu-Tipu Jemaah, First Travel Raup Untung Ratusan Miliar Tipu-Tipu Jemaah Umrah, Fisrt Travel Raup Untung Ratusan Miliar. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkapkan keuntungan PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) dari hasil dugaan penipuan terhadap 35 ribu calon jemaah yang telah melunasi pembayaran perjalanan ibadah umrah lewat jasa agen sejak 2015. Tak tanggung-tanggung, First Travel meraup Rp550 miliar dari hasil tipu-tipu ini.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigadir Jenderal Herry Rudolf Nahak mengatakan, perkiraan keuntungan itu diperoleh penyidik setelah melakukan penghitungan antara biaya yang harus dibayar setiap calon jemaah untuk melakukan perjalanan ibadah umrah dengan total calon jemaah yang belum diberangkatkan dan yang sudah berangkat.
"Total jemaah yang telah melunasi 70 ribu, tapi sekitar 35 ribu tidak berangkat dengan berbagai alasan. Jadi kalau hitung kerugian, satu orang Rp14,3 juta dikali 35 ribu maka kerugian mencapai Rp550 miliar," kata Herry di kantor sementara Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (10/8).

Menurutnya, First Travel juga melakukan modus penipuan lain yakni dengan menawarkan biaya penyewaan pesawat khusus bagi penumpang yang ingin melakukan perjalanan ibadah umrah lebih dini sebesar Rp2,5 juta.


Namun, dia menuturkan, berdasarkan hasil penyelidikan, First Travel hanya memberangkatkan sekitar 10 persen dari jemaah yang membayar untuk mengikuti mekanisme ini.
Bahkan, First Travel kembali melakukan penipuan dengan mengeluarkan 'Paket Ramadan' dengan biaya sekitar Rp8 juta.

"Kalau mereka bilang itu namanya hak jual rugi. Jadi Rp14,5 juta itu rupanya tidak cukup, sehingga mereka harus nombok. Dia bilang, harus mensubsidi dari paket reguler. Tapi pertanyaannya, kenapa 35 ribu itu tetap tidak bisa berangkat?" ujar jenderal polisi bintang satu itu.

Lebih dari itu, Herry mengatakan, pihaknya tengah menulusuri dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan tersangka dalam kasus ini, Andika Surachman (Direktur Utama) dan Anniesa Desvitasari Hasibuan (Direktur).
Tipu-Tipu Jemaah, Fisrt Travel Raup Untung Ratusan MiliarTipu-Tipu Jemaah Umrah, Fisrt Travel Raup Untung Ratusan Miliar. (CNN Indonesia/Marselinus Gual).
Menurutnya, penyidik akan menelusur berbagai rekening dan aset yang dimiliki oleh tersangka. Herry menambahkan, berdasarkan sejumlah rekening yang telah diblokir, penyidik hanya menemukan uang sekitar Rp1,3 juta.

"Kami akan melakukan tracking pada rekening-rekening, dana-dana yang kemduian lari ke mana, dan aset. Itu pasti kami lakukan dan perkembangan akan diberitahukan," tuturnya.
Dittipidum Bareskrim menetapkan dua pimpinan First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan, sebagai tersangka kasus dugaan penipuan ibadah umrah.

Andika menjabat sebagai Direktur Utama sedangkan Anniesa sebagai Direktur First Travel. Sebelumnya, Andika dan Anniesa ditangkap penyidik Polri di komplek Kantor Kementerian Agama, Rabu (9/8).

"Penyidik Dittipidum (Direktorat Tindak Pidana Umum) Bareskrim telah melakukan penangkapan Direktur Utama First Travel Andika dan Direktur First Travel Anniesa. Keduanya suami istri," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/8).

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik memeriksa hingga 11 orang saksi yang terdiri dari agen dan jemaah First Travel.

Penyidik menjerat kedua tersangka dengan Pasal 55 juncto Pasal 378 dan Pasal 372 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), serta Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Infomasi dan Transaksi Elektronik (ITE).