Nostalgia SBY-Megawati di Istana

Christie Stefanie, Gilang Fauzi, CNN Indonesia | Jumat, 18/08/2017 07:22 WIB
Jabat tangan dua rival politik itu mencairkan suasana meriah perhelatan akbar peringatan kemerdekaan RI di Istana. Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Sukarnoputri berkumpul di Istana, Kamis (17/8). (Foto: Biro Pers Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bertemunya jajaran mantan presiden RI di Istana Merdeka menjadi momentum bersejarah, terutama bagi Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Sukarnoputri, Kamis (17/8).

Untuk kali pertama setelah lebih dari satu dekade, SBY dan Megawati berada di barisan podium kehormatan upacara peringatan kemerdekaan RI.

SBY dan Megawati saling berjabat tangan. Peristiwa itu menjadi momen langka yang menyita perhatian hadirin di Istana.


Jabat tangan dua rival politik itu mencairkan suasana perhelatan meriah di Istana. Presiden Joko Widodo selaku tuan rumah tampak semringah dengan baju adat Kalimantan yang dikenakannya.

Kehadiran BJ Habibie melengkapi jajaran para mantan di Istana. Dia menyebut berkumpulnya eks pempimpin negara di Istana menjadi simbol persatuan bangsa.

"Kan bagus toh persatuannya," kata Habibie di Istana.

Upacara kemerdekaan di Istana untuk pertama kalinya dihadiri jajaran mantan presiden lengkap karena selama SBY memimpin negeri, Megawati tak pernah menginjakkan kaki di Istana setiap kali upacara HUT RI.
Nostalgia SBY-Megawati di IstanaRamah tamah Presiden Jokowi, SBY, Megawati, dan Habibie di Istana Merdeka (Biro Pers Setpres)

Megawati baru rutin mengikuti upacara peringatan kemerdekaan sejak Jokowi menjabat presiden 2014. Sejak itu pula giliran SBY dua kali absen (2015-2016).

SBY-Megawati terakhir kali bertemu empat tahun silam, ketika suami Megawati, Taufik Kiemas, meninggal dunia (2013). SBY kala itu memimipin upacara kenegaraan pemakaman Taufik.

Rivalitas politik SBY-Megawati terjadi sejak mereka mulai bersaing memperebutkan kekuasaan di Pilpres 2009. SBY yang sempat membantu kabinet di kursi Menko Polkam, berhasil menggeser kepemimpinan Megawati di Istana.
Nama SBY melejit, ironisnya, karena dia pernah disebut 'jenderal cengeng' oleh mendiang Taufik Kiemas. Ucapan itu jadi modal SBY merengkuh hati publik sebagai orang yang 'terzalimi'.

Megawati sejak itu berteguh hati untuk beroposisi dengan pemerintahan SBY (2004-2014). Sepuluh tahun berlalu, PDI Perjuangan kini jadi partai penguasa pemerintah.

Sowan SBY ke Istana kemarin sedikit mencairkan kekikukan politik dingin mereka. "Kompak membangun negerinya bersama-sama, Insya Allah 2045 negara kita akan kuat, makin adil, dan makin makmur," kata SBY usai upacara.
Dengan tema persatuan, Presiden Jokowi tak hanya berhasil mempertontonkan harmoni keberagaman lewat simbol ragam pakaian adat yang dikenakan para pejabat. Upacara peringatan kemerdekaan RI di Istana dalam hal ini juga menyuguhkan sikap politik yang mendewasa di Indonesia.

Sebagaimana yang dikatakan oleh pihak kesekretariatan Presiden, "Berkumpulnya para presiden Republik Indonesia dalam Peringatan Kemerdekaan ke-72 ini menjadi hadiah istimewa bagi Indonesia."

TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK