"Kami mencoba mengumpulkan semua data berita acara sidang kemudian keputusannya," kata Ketua KY Aidul Fitriciada Azhari di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (18/8).
Aidul mengatakan selain meneliti berkas persidangan, pun bakal menginvestigasi dan memanggil saksi-saksi atas hilangnya nama Ketua DPR tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Aidul juga mengatakan KY melakukan pemantauan terhadap kelanjutan sidang perkara e-KTP.
Lihat juga:KPK Endus Pencucian Uang Korupsi e-KTP |
Jaksa KPK keberatan dengan pertimbangan majelis hakim yang menghilangkan sejumlah nama terkait peran dan aliran uang proyek e-KTP ke sejumlah pihak.
Dalam surat dakwaan dan tuntutan jaksa menyebutkan secara rinci nama-nama penerima uang proyek e-KTP yang sebagian besar berasal dari anggota DPR, termasuk Setya Novanto yang kini sudah berstatus tersangka.
Namun dalam pertimbangan putusan, majelis hakim hanya menyebutkan tiga nama anggota DPR yang terbukti menerima uang proyek e-KTP yakni Ade Komarudin, Markus Nari, dan Miryam S Haryani.