Hadapi Ratusan Polisi, Warga Sunda Wiwitan Bakar Ban

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Kamis, 24/08/2017 09:15 WIB
Hadapi Ratusan Polisi, Warga Sunda Wiwitan Bakar Ban Kesatuan Masyarakat Adat Karuhun Sunda Wiwitan mulai membakar ban saat berhadap-hadapan dengan polisi jelang proses eksekusi. Mereka juga bentuk barikade. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Kuningan, CNN Indonesia -- Puluhan Warga Kelurahan Cigugur, Kuningan, Jawa Barat yang tergabung dalam Kesatuan Masyarakat Adat Karuhun (AKUR) Sunda Wiwitan mulai membakar ban saat berhadap-hadapan dengan polisi.

Tokoh Sunda Wiwitan, Okki Satrio meminta kepada warga Sunda Wiwitan agar tetap siaga berada di barisan. Menggunakan pengeras suara, Okki memekikkan orasi yang membangun

"Ingat. Kita jangan pakai kekerasan. Kita harus jaga tanah kita. Tanpa kekerasan!" pekik Okki yang di hadapan warga Sunda Wiwitan.


Ratusan aparat kini mulai berhadap-hadapan dengan warga Sunda Wiwitan, berasal dari Polres Kuningan.

Meski asap hitam dari ban yang terbakar mulai membumbung dan memedihkan kornea mata, aparat tetap berada pada barisan.

Bentuk Barikade

Sementara itu, berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, warga masyarakat Sunda Wiwitan yang tidak ingin tanahnya dieksekusi, membentuk tiga lapis barikade. Barikade pertama yakni yang berbaris tegap berhadap-hadapan dengan petugas.

Kemudian barikade kedua, yakni tepatnya berada di belakang baris pertama, bersikap telentang menutup jalan. Mereka melakukan ini untuk menghalang alat-alat berat yang akan masuk. Mayoritas dari barisan kedua yang terdiri dari puluhan orang ini diisi oleh kalangan wanita.
Barikade ketiga berada di pintu masuk jalan menuju wilayah yang akan dieksekusi. Mereka duduk bersila seraya menyanyikan lagu-lagu sunda. Wanita dan pria menyanyikan lagu-lagu sunda dengan khusyuk dan diiringi alat-alat musik tradisional.

Hingga berita ini diturunkan, jumlah peserta aksi terus bertambah.