Grup Sejenis Saracen Diprediksi Menjamur Jelang Pilkada 2018

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Minggu, 27/08/2017 18:38 WIB
Grup Sejenis Saracen Diprediksi Menjamur Jelang Pilkada 2018 Ketua Umum PSI Grace Natalie meminta masyarakat lebih berhati-hati menerima informasi menyusul terbongkarnya sindikat penyebar kebencian di facebook, Saracen. (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie meyakini masih banyak kelompok penyebar berita hoax dan kebencian serupa Saracen di media sosial.

Berkaca pada pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta, Grace memprediksi kelompok serupa akan semakin menjamur jelang pilkada 2018.

"Saya percaya masih ada Saracen yang lain, karena memang kencang banget (penyebarannya). Pilkada mendatang akan jadi ladang subur untuk orang-orang macam ini," ujar Grace di kantor DPP PSI, Jakarta, Minggu (27/8).
Grace meminta kepada aparat kepolisian agar turut mengusut politikus yang diduga menggunakan jasa Saracen.


Ia mengecam tindakan politikus tersebut jika memang terbukti memanfaatkan jasa Saracen untuk melawan lawan politiknya di media sosial.

"Dicari siapa politikus yang memakai jasa mereka. Itu politikus yang sangat buruk sekali dan lebih buruk dari kecoak di tong sampah," kata Grace.

Mantan presenter televisi ini menuturkan, perbuatan yang dilakukan Saracen menimbulkan gesekan negatif.
Menurutnya, gesekan itu akan menjadi 'luka' baru terkait SARA di tengah luka lama yang belum sepenuhnya pulih usai Pilkada DKI. Oleh karena itu Grace menegaskan para pelaku di balik Saracen harus dijatuhi hukuman seberat-beratnya.

"Tolong ini segera diungkap agar mereka yang memancing di air keruh bisa segera ditangkap, kalau perlu dipenjarakan selama mungkin," tuturnya.

Grace tak menyangka ada kelompok penyebar hoax di media sosial seperti Saracen yang sistematis dan terorganisasi dengan baik.

Ia mengibaratkan kelompok ini seperti perusahaan yang menjual produk dan memiliki sistem operasional dan bekerja secara khusus. Kepada masyarakat, Grace meminta berhati-hati dan lebih bijak menerima informasi di media sosial.

"Jangan gampang percaya dengan isu-isu yang mereka mainkan. Mau mendapatkan sejumlah uang tapi harganya orang jadi terpecah belah," katanya.
Polisi menangkap sejumlah pengelola Saracen, beberapa waktu lalu di sejumlah daerah.

Sindikat Saracen menyebarkan konten provokasi bernada SARA di media sosial. Konten itu merupakan pesanan pihak tertentu dengan tarif yang sudah ditentukan.