Ketika Saracen Lebih Populer Ketimbang Capaian Jokowi

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Kamis, 31/08/2017 11:13 WIB
Ketika Saracen Lebih Populer Ketimbang Capaian Jokowi Presiden Joko Widodo mengatakan saat ini banyak sekali momentum yang bisa dimanfaatkan agar Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara maju. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyindir banyak masyarakat Indonesia yang lebih senang dan fokus pada dinamika Saracen dibandingkan capaian Indonesia belakangan ini.

Menurut Jokowi, banyak sekali momentum di depan mata yang seharusnya dimanfaatkan dengan baik agar Indonesia lebih baik dan semakin mampu bersaing dengan negara-negara lain. Harusnya, kata Jokowi, masyarakat memperhatikan itu ketimbang mengurusi Saracen.
"Banyak sekali momentum, tapi kita ini senangnya kayak Saracen begitu. Momentumnya malah lupa," guyon Jokowi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (31/8).

Pernyataan Jokowi disambut tawa pelaku industri keuangan dan sejumlah menteri yang hadir seperti Darmin Nasution, Sri Mulyani, Rini Soemarno, Basuki Hadimuljono, dan Bambang Brodjonegoro.


Jokowi menyebut, momentum yang harus dimanfaatkan adalah status layak investasi (investment grade) dari Lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings.
Di sisi lain, Indonesia menjadi peringkat satu yang menerima kepercayaan dari masyarakatnya berdasarkan survei Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD).

Peringkat kemudahan berbisnis (ease of doing business) di Indonesia perlahan juga meningkat dari 120 menuju 40.

Tetapi, Jokowi menilai, tak sedikit masyarakat Indonesia yang abai akan hal itu dan lebih sibuk dengan Saracen, sindikat penyebaran berita palsu (hoax) dan ujaran kebencian.
"Ini momentum. Kok masih ada yang pesimis apa lagi yang dicari, apa yang ditunggu lagi?" tutur mantan Gubernur DKI Jakarta.