Tragedi Rohingya, MUI Desak ASEAN dan OKI Tekan Myanmar

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Sabtu, 02/09/2017 14:26 WIB
MUI berharap masalah Rohingya di Myanmar tak mempengaruhi kehidupan umat beragama di Indonesia. Khususnya umat Islam dan Buddha tak boleh terpengaruh. Foto: CNN Indonesia/Prima Gumilang
Jakarta, CNN Indonesia -- Serangan terhadap fasilitas penampungan pengungsi di Maungdaw Rakhine State, Myanmar pada Jumat (25/8) lalu mengakibatkan 104 nyawa melayang dan ribuan warga sipil Rohingya melarikan diri ke Bangladesh. Hal ini memicu reaksi warga internasional, termasuk Indonesia.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin mengatakan, perlu adanya intervensi internasional dalam masalah ini. Intervensi internasional ini bisa dari PBB, ASEAN, dan juga Organisasi Konferensi Islam (OKI).
"Saya kira harus ada sidang darurat OKI, sidang darurat ASEAN, sehingga bisa memberikan tekanan lebih dalam lagi pada Myanmar," ujarnya saat ditemui usai menghadiri acara pernikahan putra Jenderal Budi Gunawan dan putri Komjen Budi Waseso di Hotel Bidakara, Jakarta Selatab, Sabtu (2/9).

Ia mengakui pemerintah Indonesia sudah melakukan pergerakan melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Namun, hal ini dirasa kurang 'greget'.


"Pihak Myanmar yang terlalu berkepala batu. Mereka seperti tidak mengetahui apa yang terjadi di dunia. Jadi sangat tertutup, keras kepala," katanya.
Din khawatir, jika persoalan ini tak kunjung mendapat titik terang, maka akan mendorong radikalisasi atau munculnya kelompok radikal di kalangan umat Islam. Ia pun berharap, konflik di Myanmar tak mempengaruhi kehidupan umat beragama di Indonesia.

"Walau ini berdimensi etnik dan ada keagamaan, janganlah konflik di Myanmar ini kita bawa masuk ke tanah air, khususnya antarumat beragama, khususnya lagi umat Islam dan Buddha," ucapnya.
Reaksi atas tragedi Rohingya juga diserukan oleh Masyarakat Profesional Bagi Kemanusiaan Rohingya di depan Kedutaan Besar Myanmar hari ini. Dalam aksi unjuk rasa, mereka mendesak pemerintah Indonesia mengusir Duta Besar Myanmar untuk Indonesia.

"Saya minta agar mengusir Dubes Myanmar dari Tanah Air, tidak ada gunanya memiliki hubungan diplomatik dengan negara yang tidak punya jiwa kemanusiaan," kata orator demontrasi Andi Sinulingga di depan Kantor Dubes Myanmar, Cikini, Jakarta Pusat.