Beda Pendapat Ahok dan Djarot Soal Warga yang Mau Beli Mobil

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Selasa, 05/09/2017 20:06 WIB
Beda Pendapat Ahok dan Djarot Soal Warga yang Mau Beli Mobil Aturan soal pembelian mobil perlu diatur guna mengurangi kemacetan. Sebab volume kendaraan tidak lagi bisa ditampung jalan raya, khususnya pada jam-jam sibuk. Soal ini Ahok dan Djarot punya pandangan berbeda. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat mengaku tengah mensosialisasikan tentang keharusan setiap warga untuk memiliki garasi terlebih dahulu sebelum membeli mobil. 

Menurut Djarot, orang yang membeli mobil namun tidak memiliki garasi di rumahnya berpotensi menimbulkan kemacetan, karena akan memarkir mobilnya sembarangan. 

"Bahkan sebelum dia beli mobil itu ada jaminan dari yang mau beli, menerangkan bahwa dia punya garasi. Jangan enggak punya garasi. Mobilnya dua diparkir di mana-mana. Inilah yang kita sosialisasikan terus," kata Djarot di Balai Kota Jakarta, Selasa (5/9).
Djarot mengatakan memang ada faktor-faktor lain yang lebih berperan dalam menimbulkan kemacetan. Misalnya volume kendaraan yang tidak lagi bisa ditampung jalan raya pada jam-jam sibuk.


Meski demikian, pernyataan Djarot yang mempermasalahkan pembeli mobil tanpa memiliki garasi itu bertentangan dengan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Pada tahun 2016 lalu, Ahok sempat menolak permintaan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi yang meminta Pemprov DKI Jakarta menindak tegas pemilik mobil yang tidak memiliki garasi di rumahnya.
Prasetyo mengatakan telah ada peraturan yang mengatur soal itu, sehingga hanya perlu diterapkan. Peraturan yang dimaksud Prasetyo yakni Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2014 tentang Transportasi. Pada pasal 140 perda tersebut dinyatakan bahwa setiap orang atau badan usaha harus memiliki garasi ketika membeli kendaraan.

Namun menurut Ahok, aturan tersebut sulit diterapkan ketika mobil dari wilayah lain datang ke Jakarta. Sebab, pemerintah tak memiliki hak untuk melarang membeli mobil dan memasuki wilayah Jakarta.
"Saya tidak melarang anda, tapi begitu parkir di luar yang tidak boleh berhenti, malam-malam pun kami derek," kata Ahok setelah meresmikan Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta Selatan, pada  Mei 2016.