Polisi Kendalikan Demo Ricuh di Kedubes Myanmar

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Rabu, 06/09/2017 18:27 WIB
Polisi mengatakan, para peserta aksi demonstrasi bela Rohingya di depan Kedubes Myanmar sempat memprovokasi, namun situasi bisa dikendalikan dan kondusif. Polisi mengatakan, para peserta aksi demonstrasi bela Rohingya di depan Kedubes Myanmar sempat memprovokasi, namun situasi bisa dikendalikan dan kondusif. (CNN Indonesia/Marselinus Gual).
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi unjuk rasa terkait tragedi Rohingya di depan Kedutaan Besar (Dubes) Myanmar, Menteng, Jakarta Pusat sempat ricuh. Namun, situasi langsung aman terkendali.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan, situasi demo di depan Kedubes Myanmar aman terkendali walau sempat memanas. Meski para peserta demo yang berada di bagian depan mencoba memprovokasi dengan mencoba melewati pagar berduri.

"Ya alhamdulillah terkendali, pancingan ada tapi tetap kita terjaga," kata Suyudi di lokasi aksi, Rabu (6/9).
Berdasar pantauan CNNIndonesia.com kericuhan terjadi sekitar pukul 16.25 WIB. Botol air mineral dan batu sempat dilemparkan para peserta aksi ke arah Kedubes Myanmar yang dijaga kepolisian.


"Ada yang coba untuk provokasi tapi kita tidak terprovokasi. Kita upaya menjaga kondusifitas. Kalau masih terukur buat kita ya masih kita jaga, tapi kita tetap antisipasi," kata Suyudi.
Ricuh tersebut berlangsung sekitar dua menit. Orator yang berada di atas mobil orasi meminta massa untuk tenang, orator juga sempat bershalawat untuk meredam emosi massa yang tersulut emosi.

Setelah itu massa aksi kembali tenang. Kemudian berangsur massa membubarkan diri dengan tertib.
Suyudi mengatakan, sekitar pukul 17.00 WIB massa dari kelompok ormas Islam dan beberapa elemen masyarakat berangsur membubarkan diri.

"Bisa diamankan dengan tertib walau ada sedikit ekses tadi, tapi tidak terlalu meluas sehingga tetap bisa dijaga dan diamankan," kata Suyudi.