Jokowi dan Aksi Saling Lempar Pemerintah di Kasus Munir

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Jumat, 08/09/2017 20:53 WIB
Jokowi dan Aksi Saling Lempar Pemerintah di Kasus Munir Jokowi telah menginstruksikan Wiranto dan Prasetyo untuk mengungkap kasus kematian Munir. Namun kini, Wiranto tak ingin ditanya soal kasus tersebut. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah tak banyak berkomentar ketika disinggung terkait pengungkapan aktor intelektual pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib. Kemarin, adalah hari peringatan 13 tahun kematian Munir yang tewas diracun arsenik dalam penerbangan dari Jakarta menuju Amsterdam.

Kepala Staf Presiden Teten Masduki menyatakan, progres pengungkapan kasus ini seharusnya ditanyakan kepada Menko Polhukam Wiranto dan Jaksa Agung Prasetyo.

Menurut Teten, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan Wiranto dan Prasetyo untuk menangani kasus ini. Pengungkapan dimulai dengan menelusuri keberadaan hasil investigasi Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Munir.
"Saya kira yang harus memberi keterangan Pak Wiranto," ujar Teten di Bina Graha, Jakarta, Jumat (8/9).


Teten tak berkomentar lebih lanjut mengenai hal ini. Instruksi presiden telah diberikan sejak 2016. Saat itu polemik kasus Munir mencuat ke publik. Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat angkat suara soal dokumen hasil penyelidikan TGPF pada 2005.

Wiranto saat itu sempat meminta publik tak berpolemik mengenai ini. Instruksi presiden jelas untuk menelusuri, mempelajari, mengevaluasi, dan menentukan langkah berdasarkan proses hukum berlaku tanpa target waktu.
Namun kini, mantan Panglima ABRI itu sama sekali tak mau berkomentar terkait kasus pembunuhan Munir. Ia justru mengalihkan pembahasan ketika ditanya soal progres pengungkapan kasus Munir.

"Mbok ya bicara yang pembangunan kita bagaimana, teritorial kita yang dijarahin bagaimana. Ya, kamu bicara sendiri saja (soal kasus Munir) jangan tanya saya," kata Wiranto di Universitas Negeri Jakarta.

Jokowi dan Aksi Saling Lempar Kasus MunirSejumlah aktivis HAM menggelar Aksi Kamisan di depan Istana Negara, Jakarta, tepat 13 tahun kematian Munir. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Di sisi lain, Suciwati, istri Munir, pesimistis dengan pemerintahan Jokowi dapat menyelesaikan perkara ini. Meski demikian, ia berulang kali tetap mendorong Jokowi menuntaskan kasus ini.

Pada peringatan 13 tahun kematian Munir, Suciwati mengatakan, slogan revolusi mental yang digaungkan Jokowi dianggap hanya omong kosong. Dia tak yakin Jokowi akan membuka dokumen hasil investigasi TGPF Munir.
Suciwati ingat betul saat Jokowi meneleponnya jelang Pilres 2014 untuk meminta dukungan. Kala itu Suciwati bertanya kepada Jokowi, mengapa sering duduk dengan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono dalam sebuah acara.

Menurut Suciwati, Hendropriyono adalah orang yang patut diduga terlibat dalam pembunuhan suaminya (Munir). "Beliau sepertinya tidak mau tahu,” katanya.