Alih-alih membicarakan kasus Munir, Wiranto justru meminta wartawan untuk lebih banyak membicarakan perkembangan pembangunan di dalam negeri. Ia mengaku tak mau menjawab pertanyaan seputar kasus pembunuhan Munir.
"Mbok ya bicara yang pembangunan kita bagaimana, teritorial kita yang dijarahin bagaimana. Ya kamu bicara sendiri saja (soal kasus Munir) jangan tanya saya," kata Wiranto dengan nada tinggi usai memberi kuliah umum di Universitas Negeri Jakarta, Jumat (8/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus pembunuhan Munir tidak berhenti sampai ditahannya sang pelaku lapangan. Pengusutan tetap berlanjut hingga pemerintah membentuk tim pencari fakta (TPF) untuk membuka kasus Munir.
"Itu juga bagian dari andil ketika mereka izinkan (saya perjuangkan pembukaan dokumen Munir). Mereka juga ikut advokasi Abahnya," kata Suciwati di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (7/9).
Suciwati sendiri kecewa dengan Jokowi yang sebelumnya berjanji akan menyelesaikan masalah pelanggaran HAM. Undangan untuk hadir dalam upacara 17 Agustus 2017 ia acuhkan lantaran merasa tidak penting untuk bertemu dengan banyak pejabat negara selama kasus Munir belum terungkap. Slogan Revolusi Mental yang dikampanyekan Jokowi dinilainya hanya omong kosong.
Suciwati ingat betul bagaimana Jokowi meneleponnya saat kampanye Pilres 2014 untuk meminta dukungan. Kala itu Suciwati bertanya kepada Jokowi mengapa sering duduk dengan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono dalam sebuah acara. Padahal menurut Suciwati, Hendropriyono adalah orang yang patut diduga terlibat dalam pembunuhan suaminya.
"Beliau sepertinya tidak mau tahu,” katanya.
“Saya tidak pernah heran ketika mau maju presiden seperti itu dan ketika jadi presiden kita bisa lihat seperti apa," kata Suciwati.
Suciwati pesimistis Jokowi akan membuka dokumen tersebut. Karena itu ia berharap, Jokowi tidak kembali jadi Presiden di periode selanjutnya.
"Tiga tahun saja enggak ngapa-ngapain terhadap HAM, gimana kita mau nambah lagi?" kata Suciwati. (djm/djm)