Kemendagri Klaim Stok Blanko e-KTP Cukup

Lalu Rahadian , CNN Indonesia | Rabu, 13/09/2017 23:52 WIB
Kemendagri Klaim Stok Blanko e-KTP Cukup Stok blanko e-KTP saat ini dinilai mencukupi. Proses pengadaannya terus dilakukan. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh menjamin stok blanko KTP elektronik (e-KTP) untuk warga yang sudah merekam data serta kehilangan kartu identitasnya.

Menurut Zudan, saat ini ada 7,4 juta keping blanko e-KTP hasil pencetakan April lalu. Kemendagri juga telah memulai proses lelang untuk pencetakan blanko tahap selanjutnya.
"Blanko terus dikirim bertahap dengan daerah minta blanko melalui surat resmi. Kami cek kebutuhannya, blanko terbatas bila daerah perlu untuk mencetak ganti alamat (warga) akibat pemekaran provinsi, kabupaten, atau kota," kata Zudan kepada wartawan, Rabu (13/9).

Penggunaan blanko e-KTP saat ini diprioritaskan bagi warga yang telah merekam data namun belum memiliki kartu identitas kependudukan.

Pemberian blanko juga didahulukan untuk pemegang e-KTP yang kartunya mengalami kerusakan atau hilang. Selain itu, warga yang pindah daerah tempat tinggal dapat memperoleh blanko dari Dinas Dukcapil setempat.

Walau stok blanko e-KTP aman, masih ada beberapa warga yang telah merekam data kependudukan namun belum menerima fisik kartu identitas tersebut.
Carlos Paath (31), seorang warga asal Matraman, DKI Jakarta, mengaku adik kandungnya belum mendapat e-KTP pengganti sejak kartu tersebut hilang Maret lalu. Kelurahan tempat adiknya tinggal disebut tak memiliki stok blanko e-KTP.

Padahal, menurut data Dirjen Dukcapil Kemendagri stok blanko e-KTP di DKI Jakarta masih tersisa 18.471 keping hingga saat ini.

"Enam bulan (identitas) pakai selembar kertas, ini mau perpanjang lagi enam bulan," kata Carlos kepada wartawan.