"Pak Jokowi saja setuju pemutaran film ini. Orang berarti paranoid saja. Boleh putar itu, bagus presidennya," ujar Kivlan ditemui di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (19/9).
Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) ini menepis tudingan yang menyebut isu soal pemutaran film tentang PKI akan menjatuhkan citra pemerintahan Jokowi. Ia justru mendukung pernyataan Jokowi 'gebuk PKI' jika keyakinan soal gerakan itu muncul kembali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kivlan, film itu dapat menjadi pembelajaran sejarah di masa lalu bahwa PKI memang bersalah karena melakukan pembunuhan terhaddap enam jenderal dan satu perwira pertama -- yang kemudian disebut sebagai tujuh Pahlawan Revolusi.
"Selama ini kita enggak boleh mutar (film G-30S/PKI), apa hubungannya? Orang TNI jadi korban, masa kita enggak boleh mutar sejarah. (Pemutaran film) ini untuk menentukan PKI itu salah. PKI itu kudeta, PKI itu bunuh-bunuh," ujar Kivlan.
Lihat juga:PAN Akan Gelar Nonton Bareng Film G-30S/PKI |