Gunung Agung Status Awas, 12 Ribu Mengungsi

Vetriciawizach, CNN Indonesia | Sabtu, 23/09/2017 10:47 WIB
Gunung Agung Status Awas, 12 Ribu Mengungsi Ilustrasi pengungsi yang menghindari Gunung Agung. Masyarakat diminta untuk mengindari radius 12 KM dari Gunung Agung. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peningkatan status aktivitas Gunung Agung menjadi Awas (level IV) dari semula Siaga (level III) membuat masyarakat sekitar gunung menjauh ke tempat aman.

Hinga Jumat (22/9) malam, arus pengungsi mencapai 12.448 jiwa dan menyebar ke berbagai tempat di Kabupaten Karangasem serta lima kabupaten terdekat, yakni Buleleng, Kulungkung, Bangli, Gianyar dan Tabanan.

Sejak Rabu malam, sebenarnya penduduk di kaki gunung memang sudah bergerak, tapi sebagian ada yang kembali untuk merawat ternak. Kini peningkatan status yang ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PWMBG) Badan Geologi, Kementerian ESDM pada Jumat 20.30 WITA membuat mereka kembali mengungsi.  

TNI-Polri dan seluruh instansi terkait di Bali sebelumnya sudah siaga dengan menyiapkan tenda-tenda pengungsian, balai banjar dan fasilitas umum lainnya yang dapat ditempati sementara oleh para pengungsi.


Menurut kepala PVMBG Badan Geologi, Kementerian ESDM, Kasbani, dengan peningkatan status Gunung Agung menjadi Awas, maka wilayah steril yang semula radius enam kilometer dari puncak gunung itu diperluas menjadi sembilan kilometer, lalu ditambah perluasan wilayah sektoral yang semula 7,5 kilometer menjadi 12 kilometer ke arah Utara, Timur Laut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya.

Dengan demikian seluruh desa di lereng gunung yang berbahaya itu harus dikosongkan dan masyarakatnya harus dievakuasi.

Selain itu tidak boleh ada wisatawan atau aktivitas masyarakat di dalam radius yang telah ditetapkan itu.

Pemkab Karangasem memperkirakan bahwa pada radius enam kilometer dihuni sekitar 15 ribu penduduk yang harus dievakuasi, sedangkan denganr radius 12 kilometer itu sebanyak 100 ribu penduduk.

BNPB dan BPBD juga sedang menyiapkan rambu-rambu jarak radius yang akan segera dipasang di tempat-tempat strategis agar masyarakat dapat mengetahui posisi di radius aman atau berbahaya.

Masyarakat juga diimbau untuk tenang dan tidak terpancing pada isu-isu yang menyesatkan.
[Gambas:Video CNN]