Said Aqil: Perlu Ada Film Dokumenter PRRI atau Permesta

Ramadhan Rizki, CNN Indonesia | Sabtu, 23/09/2017 12:17 WIB
Said Aqil: Perlu Ada Film Dokumenter PRRI atau Permesta Ketua PBNU Said Aqil menyatakan dukungannya pada pemutaran film G30S/PKI. (Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siradj, menilai pemerintah perlu membuat film-film dokumenter sejarah bangsa Indonesia untuk mengimbangi film Pengkhianatan G30S/PKI.

Said Aqil mengusulkan, sejarah Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), Perjuangan Semesta (Persemesta) hingga peristiwa bom yang terjadi di Indonesia bisa dibuatkan film.

"Bukan hanya film G30S/PKI saja. Tapi saya juga mengharapkan usul juga bom Bali, ada  film menceritakan teror-teror dari bom Bali sampai bom Thamrin. Itu juga perjalanan sejarah dan fakta," ucapnya di acara Launching Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdhatul Ulama tahun 2017 di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat malam (22/9).

Said sendiri mendukung acara nonton bareng (nobar) film G30S/PKI untuk kepentingan pembelajaran masyarakat tentang sejarah bangsa.


"Tonton saja itu filmnya. Tragedi sejarah bangsa Indonesia yang menyedihkan, tidak usah dicdiari kambing hitamnya. Ya memang ada yang salah dan benar, dan ada juga yang korban," kata Said dalam sambutannya

"Lupakan saja. Tapi lupakannya bukan berarti melupakan seutuhnya. Kita ambil hikmahnya dari sejarah itu,"

Said menyebut tidak perlu mempermasalahkan isi film, karena biasanya memang ada proses kreatif yang dilakukan sutradara. Namun satu hal yang pasti, menurutnya, keterlibatan PKI tidak terbantahkan.

"Katakanlah ada kebenaran 65 persen dan 35 persennya berlebihan. Memang di sana isi film ada ya namanya, bisa saja ada bunga-bunga. Tapi itu tragedi sejarah perjalanan bangsa Indonesia dan terjadi pemberontakan PKI di Madiun. Tidak bisa dimungkiri, dan keterlibatan PKI ya terlibat. Jadi nggak usah diperbincangkan lagi," jelasnya.

Sebelumnya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyebut perintah untuk memutar film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI ditujukan untuk generasi muda, agar mereka tidak mudah terprovokasi dan terpecah-pecah lagi.

"Saya yang memerintahkan pemutaran kembali film G30S PKI itu, mengimbau masyarakat untuk memutar kembali film itu," kata Gatot usai berziarah ke Makam Presiden RI ke-2 Soeharto, di Astana Giribangun Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (19/9).