Polisi Selidiki Tawuran Bonek yang Tewaskan Dua Pendekar

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Minggu, 01/10/2017 14:24 WIB
Polisi Selidiki Tawuran Bonek yang Tewaskan Dua Pendekar Ilustrasi. Sekelompok oknum Bonek terlibat tawuran dengan pendekar di Surabaya, 1 Oktober 2017. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menyelidiki bentrokan yang menyebabkan dua pendekar meninggal dunia di Surabaya pada Minggu (1/10) dini hari. Iqbal mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan perkara ini.

"Di antaranya siang hari ini juga kami sudah mengundang koordinator bonek di seluruh tingkat kecamatan se-Surabaya untuk datang ke Polrestabes Surabaya," kata Kapolrestabes Surabaya Muhammad Iqbal seperti dikutip dari Antara.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini berharap dapat menemukan pelaku yang menyulut bentrokan lewat pertemuan tersebut. Pertemuan itu pun digelar pada pukul 14.00 WIB.


"Tak cuma koordinator bonek, dari pihak perguruan silat juga kami minta datang ke Polrestabes Surabaya siang ini," ucapnya.

Iqbal mengatakan polisi sebetulnya berhasil membubarkan dua kelompok berseteru itu saat bersinggungan di Jalan Tambak Osowilangon, Surabaya pada Sabtu malam, sekitar pukul 23.00 WIB.

Namun, ternyata massa bonek kemudian melakukan pengadangan atas iring-iringan anggota perguruan silat saat melintas di Jalan Raya Balongsari Surabaya.

"Saat itu sudah pukul 00.30, Minggu dini hari. Massa bonek membakar satu unit sepeda motor yang menyebabkan dua orang anggota perguruan silat meninggal dunia," kata Iqbal.

Dua korban tersebut diketahui bernama Eko Ristanto, usia 25 tahun, warga Tlogorejo, Kepuh Baru, Bojonegoro, serta Aris, usia 20 tahun, warga Simorejosari, Bojonegoro.

"Kelompok perguruan silat ini ada kegiatan di Gresik, sedangkan bonek baru saja menyaksikan pertandingan Persebaya melawan Persigo Semeru FC di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya. Kedua kelompok ini berpapasan di Jalan Tambak Osowilangon Surabaya pada Sabtu malam, sekitar pukul 23.00 WIB," tutur Iqbal.

Sementara itu, terkait izin pertandingan Persebaya, Iqbal mengatakan pihaknya tetap memberikan izin untuk bermain di kandang dalam lanjutan kompetisi Liga 2 2017.

"Persebaya adalah image Kota Surabaya. Kami tetap beri izin bertanding pada laga kandang di Surabaya," ujar Iqbal.

"Itu cuma kejadian spontanitas. Tidak bisa menjadi dasar bagi kami untuk tidak memberi izin pertandingan Persebaya di Surabaya," katanya.

Terkait meninggalnya dua pendekar dari Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Teratai tersebut, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan belasungkawa.

Risma pun mengatkaan bakal mengirim perwakilan ke rumah korban untuk minta maaf, dan mengimbau semua pihak tidak saling membalas.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolrestabes Surabaya agar masalah ini diusut. Yang salah tetap salah, agar tidak ada yang saling balas dendam," ujarnya. (Antara/kid)