Menhan: Jokowi Sudah Tegur Panglima TNI soal Impor Senjata

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Senin, 02/10/2017 19:13 WIB
Ryamizard mengatakan, teguran merupakan hal yang biasa dilakukan Jokowi kepada anak buahnya. Gatot ditegur soal informasi pembelian 5.000 senjata. Ryamizard mengatakan, teguran merupakan hal yang biasa dilakukan Jokowi kepada anak buahnya. Gatot ditegur soal informasi pembelian 5.000 senjata. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menegur Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo atas penyataan informasi pembelian 5.000 pucuk senjata oleh institusi non-militer.

"Saya rasa sudah. Kan beliau dipanggil, Menko Polhukam dipanggil. Pasti ada dikasih tahu lah," ujar Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (2/10).

Ryamizard mengatakan, teguran atau pemberitahuan merupakan hal yang biasa dilakukan Jokowi kepada anak buahnya. Ia pun menyatakan sering diberi tahu Jokowi terkait kinerjanya.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini berpendapat, instruksi diberikan guna menghindari munculnya polemik dan kegaduhan terutama jelang tahun politik.


"Supaya damai. Kalau di luar, orang politik segala macam maklumlah. Tapi dalam lingkaran kabinet tidak boleh (gaduh)," kata Ryamizard.

Sebelumnya, Gatot telah menghadap Jokowi di Istana Merdeka beberapa hari setelah mengungkap informasi pembelian senjata di hadapan purnawirawan TNI. Pada hari yang sama, Menko Polhukam Wiranto juga melapor kepada Jokowi.

Namun, juru bicara Presiden Johan Budi mengatakan, pertemuan antara Presiden dan Panglima TNI tidak berkaitan dengan polemik senjata. Menurut dia, mereka hanya membahas persiapan ulang tahun TNI.

Hingga siang ini, Jokowi menegaskan ia adalah panglima tertinggi tiga matra TNI di Indonesia. Sehingga, ia menginstruksikan seluruh bawahannya bekerja sesuai tupoksi masing-masing.
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK